Categories: PAPUA TENGAH

Masyarakat Adat Punya Karakter, Ada Bab Khusus RTRW Papua

JAYAPURA – Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua dilandasi wilayah adat dan wilayah budaya, inilah yang akan membedakan Papua dengan Provinsi lain di Indonesia.

Tim Leader Papua Spatial Planning (PSP) Frans Siahaan menyampaikan, pihaknya mendukung Provinsi Papua untuk menyiapkan persyaratan teknis maupun adminstratif agar sesuai dengan peraturan perundang undangan.

“Dari RTRW kita membantu pemerintah Provinsi Papua untuk mempertajam berdasarkan masukan masyarakat, karena RTRW tidak hanya sekedar persoalan teknis, tetapi kebutuhan dan menjadi  kepentingan berbagai pihak,” kata Frans kepada wartawan, Kamis (24/3).

Dikatakan Frans, FGD yang dilakukan selama 3 hari untuk mendengarkan kepentingan dan kebutuhan berbagai pihak. Dalam semua pembahasan, tujuannya akan dibawa kedalam konsultasi public dan diklarifikasi lagi.

“Ini baru sebatas menggali informasi untuk menyusun struktur ruang untuk Papua kedepan,” ucapnya.

Dikatakan Frans, pasca UU Cipta Kerja sekarang tata ruang kita hanya satu, bukan lagi tata ruang darat dan tata ruang laut seperti yang sebelumnya. Nantinya Papua hanya punya satu tata ruang yang integrasi laut dan darat.

“Papua punya karakter khusus yaitu masyarakat adatnya, salah satu alasan munculnya Otsus karena masyarakat adatnya yang menjadi karakter khusus dari orang Papua. Ini akan menjadi  BAB khusus dalam RTRW, ini akan membedakan RTRW Papua dengan provinsi lain di Indonesia,” tuturnya.

Lanjut Frans, dalam pembahasan RTRW, Provinsi lain di Indonesia tidak ada BAB khusus dalam materi teknisnya yang menjelaskan tentang masyarakat adat. Faktanya yang menguasai tanah adalah masyarakat adat, sehingga itu menjadi penting.

“RTRW Papua dilandasi wilayah adat dan wilayah budaya, ini yang akan membedakannya,” tegasnya.

Dikatakan, melalui FGD memperkuat komitmen Provinsi Papua dengan visi Papua 2100 untuk dua hal yakni tata ruang yang menjadi dasar kesejahteraan masyarakat adat, dan tata ruang yang tetap bisa melindungi hutan untuk keberlanjutan dan hutan masyarakat adat.

Setelah pembahasan ini kata Frans, akan ada serangkaian pertemuan teknis. Nantinya akan ada pra pertemuan lintas sektor di Jakarta yang akan difasilitasi kementrian ATR dan BPN. Selain itu akan ada pertemua lintas sektor yang akan dihadiri semua kementrian, ini akan disetujui bersama dengan DPRP dan Gubernur.

“Dari semua rangkaian yang ada, akan dievaluasi Kemendagri dan akan ditetapkan oleh Gubernur Papua. Itulah yang akan diundangkan menjadi Perda, tapi targetnya pemrov paling lambat Agustus sudah ke Jakarta untuk proses lintas sektor,” ucapnya

Sementara itu, Akademisi Unipa Dr. Jonni Marwa, S.Hut, M.Si menyampaikan, ketika tidak mengakomodir kepentingan orang banyak akan terjadi konfik ruang dan ini kita harus hindari dari sisi masyarakat dan kepentingan stake holder harus bisa terakomodir di dalam.

“Rencana tata ruang sebagai dokumen perencanaan, dalam rencana tata ruang ini diatur aspek aspek pengendalian. Sehingga kita tidak bisa merencanakan melaksanakan tanpa pengendalian,” pungkasnya. (fia/gin)

newsportal

Recent Posts

Ditinjau Tim dari Menko Polhukam, 333 Rumah Terdampak Konflik Sosial Bakal Terealisasi

Tim yang diturunkan ke Wamena saat ini dari Menko Polhukam, BNPB, Danrem 172/ PWY, PLN…

24 minutes ago

BPS Jayawijaya Memastikan Inflasi September 2026 Mencapai 3.28 Persen

Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…

1 hour ago

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…

2 hours ago

KMN Rizki Jaya Utama 01 Bocor di Laut Arafura, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…

3 hours ago

BMKG: Poster Larangan Menampung Air Hujan akibat ‘Cloud Seeding’ Hoaks

Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika.  Narasi di…

4 hours ago

Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih Tinggal Dua Provinsi

  Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…

7 hours ago