

Suzana Wanggai
JAYAPURA – Dampak Covid 19 sangat mempengaruhi aktivitas perdagangan dan ekonomi masyarakat di perbatasan RI- PNG. Pasalnya, sudah setahun lebih kasus Covid 19 melanda Provinsi Papua, akses lintas batasa negara juga ditutup.
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai menjelaskan, sampai dengan saat ini aktivitas perekonomian di Perbatasan RI-PNG masih terhambat sehingga mengakibatkan perekonomian di perbatasan juga jalan ditempat.
“Biasanya setiap hari pasar, aktivitas ekonomi di perbatasan sangat padat, bukan hanya menguntungkan masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat PNG,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (24/5) kemarin.
Lanjutnya, sampai dengan saat ini, kegiatan ekonomi di perbatasan masih sangat berdampak, bahkan pihaknya baru melakukan pertemuan dengan pemerintah PNG untuk membuka akses barang baik dari PNG maupun dari Indonesia sehingga perekonomian kembali dapat berjalan dengan baik.
“Memang dampak Covid 19, sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian di perbatasan, kita hanya berharap agar situasi bisa kembali berjalan dengan normal atau dapat dibuka kembali tentu dengan protokol kesehatan yang ketat” tambahnya. (ana/gin)
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…