Dalam pleno penetapan tersebut, salah satu LO Paslon Gubernur Papua Selatan mempertanyakan turunnnya DPT Kabupaten Asmat yang sangat mencolok dibandingkan dengan DPT Pilpres dan Pileg 2024.
Komisioner KPU Asmat Abraham Jamlean menjelaskan bahwa pihaknya menerima DP4 dari Kemendagri untuk Pilkada serentak tersebut kemudian KPU melakukan coklit melalui Pantarlih. Dimana saat Coklit tersebut, KPU didampingi Bawaslu dan Kepolisian.
‘’Tidak mungkin kami KPU harus menaikan data itu menjadi 80.000 pemilih,’’ katanya.
Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Selatan Ahmad Muhazir menjelaskan bahwa di KPU Asmat sebelumnya, Bawaslu banyak menemukan data ganda, orang yang meninggal masih tercatat dan sebagainya sehingga dengan coklit tersebut data tersebut telah dibersihkan. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di…
Bangunan ini sebelumnya digunakan sebagai kantor Bawaslu Papua. Posisinya persis bersebelahan dengan pintu masuk gedung…
Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Merauke bersama KBO Reskrim…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH memastikan jika pelaku WW telah…
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…