

Jery Agus Yudianto (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Jeri Yudianto menyebut antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) disebabkan oleh lonjakan alat tranpostasi dalam hal ini truck untuk mengisi BBM bersubsidi.
“Sementara setiap SPBU melayani BBM subsidi dan Non Subsidi yang menyebabkan terjadi kemacetan pada setiap SPBU serta kemampuan layanan/kecepatan Pompa di setiap SPBU yang ada tidak semuanya sama,”Ucap Jeri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.
Adapun solusi yang bisa dilakukan kata Jeri yakni penggantian kemampuan pompa di setiap SPBU, Cluster SPBU dan penambahan SPBU. Hal ini dibutuhkan kerja bersama antara Pertamina, operator dan Pemda kabupaten/kota.
Jeri juga menyebut bahwa ketersediaan stok BBM relatif aman, sebab setiap akhir pekan ada tersisa stock di SPBU masih diatas 10 Ton.
“Dari pihak Pertamina menjamin ketersediaan stok BBM sampai dengan Desember mendatang dalam hal menyambut Nataru,” ungkapnya.
Terkait dengan penambahan kuota khusus BBM bersubsidi berdasarkan UU, merupakan usulan/rekomendasi dari bupati/walikota. Sebab, kewenangan ada di kabupaten/kota. Namun tentunya berdasarkan analisis yang cermat dan tepat sehingga tidak meninmbulkan dampak lainnya.
“Masyarakat tidak usah panik, BBM di Papua dalam hal ini di kabupaten/kota tersedia sehingga bisa mengurai antrian yang ada,” pungkasnya. (fia/gin)
Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…
Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…