

Jery Agus Yudianto (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Jeri Yudianto menyebut antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) disebabkan oleh lonjakan alat tranpostasi dalam hal ini truck untuk mengisi BBM bersubsidi.
“Sementara setiap SPBU melayani BBM subsidi dan Non Subsidi yang menyebabkan terjadi kemacetan pada setiap SPBU serta kemampuan layanan/kecepatan Pompa di setiap SPBU yang ada tidak semuanya sama,”Ucap Jeri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.
Adapun solusi yang bisa dilakukan kata Jeri yakni penggantian kemampuan pompa di setiap SPBU, Cluster SPBU dan penambahan SPBU. Hal ini dibutuhkan kerja bersama antara Pertamina, operator dan Pemda kabupaten/kota.
Jeri juga menyebut bahwa ketersediaan stok BBM relatif aman, sebab setiap akhir pekan ada tersisa stock di SPBU masih diatas 10 Ton.
“Dari pihak Pertamina menjamin ketersediaan stok BBM sampai dengan Desember mendatang dalam hal menyambut Nataru,” ungkapnya.
Terkait dengan penambahan kuota khusus BBM bersubsidi berdasarkan UU, merupakan usulan/rekomendasi dari bupati/walikota. Sebab, kewenangan ada di kabupaten/kota. Namun tentunya berdasarkan analisis yang cermat dan tepat sehingga tidak meninmbulkan dampak lainnya.
“Masyarakat tidak usah panik, BBM di Papua dalam hal ini di kabupaten/kota tersedia sehingga bisa mengurai antrian yang ada,” pungkasnya. (fia/gin)
Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…
arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…