Categories: PAPUA TENGAH

Dua Hari, KPU Jadwalkan  Distribusi Logistik Pemilu ke TPS

JAYAPURA– Komisi Pemilihan Umum Kota Jayapura mulai melakukan distribusi logistik pemilu, Senin (12/2) kemarin.

Distribusi logistik ini dilakukan selama dua hari yaitu tanggal 12-13 Februari 2024. Untuk hari pertama dilakukan pada  distrik terjauh,  yaitu Muara Tami sedangkan 4 distrik lainnya akan dilakukan pada 13 Februari 2024.

“Pelaksanaan Pemilu di Kota Jayapura khususnya dalam persiapan dari penyelenggara Pemilu yaitu KPU kota, dalam penyediaan logistik Pemilu sudah siap.  Oleh karena itu hari ini kita mulai distribusi logistik dimulai dari distrik Muara  Tami, dan baru saja kita lepas,” kata Frans Pekey, Senin (12/2) kemarin.

Selanjutnya H -1 salah satu 13 Februari,  lanjutan distribusi logistik keempat distrik lainnya akan dilakukan.  Karena itu pihaknya berharap dengan tepat waktunya proses distribusi logistik ini,  akan memperlancar proses pelaksanaan Pemilu di kota Jayapura terutama persiapan-persiapan di TPS. Mulai dari pelaksanaan pemungutan suara perhitungan suara sampai pada tahapan penetapan suara.

“Saya ucapkan terima kasih kepada ketua KPU kota,   juga ketua KPU Provinsi Papua selaku Korwil di kota Jayapura, yang terus melakukan kerja-kerja keras dalam persiapan Pemilu untuk menuju pelaksanaannya,” ujarnya.

Lanjut dia dalam proses distribusi logistik itu dikawal ketat oleh aparat kepolisian,  karena itu dia berharap pada titik distribusi di Kelurahan maupun kampung atau PPS, dalam prosesnya sampai hari pelaksanaan nanti, logistik tetap dalam keadaan aman. Sehingga tidak mengganggu pada puncak pelaksanaan pencoblosan pada 14 Februari nanti.

KPU juga memastikan, menahan sementara pendistribusian logistik Pemilu ke Kampung Moso, Distrik Muara Tami. “Besok pagi (pagi ini) baru didistribusikan ke TPS,” kata ketua KPU Kota Jayapura, Oktovianus Injama, Senin (12/2).

Terkait dengan penundaan pendropingan logistik Pemilu ke kampung Moso itu disebabkan karena ada permintaan dari PPS dan PPD dari kampung Moso. Hal ini disebabkan karena ada pertimbangan dari sisi kesiapan TPS nya.

Tentang hambatan yang dialami KPU Kota Jayapura, Oktavianus Injama mengakui, pihaknya beberapa kali mendapatkan tekanan dari masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilu serentak pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Ada beberapa yang mendemo kami, beberapa kali. Baik itu yang di Buper, juga dibelakang walikota serta Abe Gunung Jalur BTN, serta di Imbi. Itu yang beberapa kali datang ke sini mendemo kami dan  kalau sudah begitu kami anggap memang agak rawan,”kata Oktovianus Injama, Senin (12/2).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

22 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

23 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

1 day ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago