Categories: PAPUA TENGAH

Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera, Berkeadilan

JAYAPURA – Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Muhammad Musa’ad menyebutkan, terjadinya kesenjangan pembangunanantar wilayah dan kabupaten bisa jadi disebabkan oleh tidak memadainya infrastruktur wilayah yang mengakibatkan mahalnya investasi bagi pengembangan wilayah disamping  belum optimalnya pengelolaan potensi ekonomi lokal.

“Sehingga nilai tambah yang dihasilkan oleh suatu wilayah terhitung tidak memadai dan kurang menarik bagi investor,”Kata Musa’ad dalam arahannya di FGD rencana aksi percepatan pembangunan Papua 2023-2024.

Disamping itu lanjut Musa’ad, pengelolaan potensi suatu wilayah seringkali berhadapan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup, kedepan harus dicari terobosan pengembangan potensi wilayah yang selaras dengan peningkatan kualitas ekosistem dan jasa lingkungan.

“Suasana demokrasi yang kondusif sebagai landasan utama pembangunan adalah masih adanya kasus-kasus pelanggaran HAM, tingkat kesadaran terhadap HAM masih rendah  masih tingginya gangguan terhadap ketenteraman dan ketertiban umum,”Tuturnya.

Lanjut Musa’ad, masih tingginya konflik sosial, belum optimalnya pelayanan keagamaan antar umat, menurunnya toleransi kehidupan beragama, belum maksimalnya toleransi antar umat beragama,belum optimalnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, belum optimalnya kehidupan berdemokrasi secara baik dan belum optimalnya tata kelola pemerintahan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.

Selain isu-isu strategis pelaksanaan pembangunan Provinsi Papua, beberapa hal yang disampaikan Musa’ad yakni periode 2023-2024, dapat memprioritaskan pada peletakan dasar tata kelola Otsus dan percepatan pembangunan Papua yang salah satunya penyiapan mekanismeMusrenbang Otsus mulai dari Kampung sampai dengan ditingkat Nasional dalam rangka keterlibatan dan partipasi masyarakat adat, agama dan perempuan secara nyata dalam pembangunan sebagai bagian dari meningkatkan ownership pembangunan ini khususnya bagi OAP.

“Saya mengharapkan agar kita dapat melanjutkan dan meningkatkan komitmen bersama antara Pemerintah Pusat, provinsi dan kabupaten untuk bersama-sama mempercepat pembangunan di Papua. Sehingga dapat segera terwujud Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera dan berkeadilan,” pungkasnya. (fia/gin)

newsportal

Recent Posts

Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga

Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…

23 hours ago

Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Papua Selatan Hindari Silpa Dana Otsus

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…

24 hours ago

Dinilai Tidak Transparan, Ajak Masyarakat Papua Bergerak

  Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…

1 day ago

Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Astamaops Kapolri  Tekankan Pendekatan Humanis

Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…

1 day ago

KPK dan Kejati Papua Perkuat Sinergi Cegah Korupsi

   Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…

1 day ago

Jaga Biosekuriti, Karantina Papua Tengah Awasi Pengeluaran 604 Ton CPO ke Surabaya

Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…

1 day ago