

Gubernur Papua Lukas Enembe saat peninjauan pembangunan Kantor Baru Gubernur, Selasa (7/6). (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Usai meninjau langsung pembangunan Kantor Gubernur Papua di kawasan Dok II Jayapura, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan biaya renovasi gedung Kantor Gubernur Papua bersumber dari dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) APBD Provinsi Papua.
“Sebenarnya seorang Gubernur bisa saja mengambil dana SILPA itu untuk kepentingan pribadi atau lainnya, namun saya tak mau seperti itu. Melainkan ingin menggunakannya untuk merenovasi Kantor Gubernur Papua,” kata Gubernur usai meninjau pembangunan Kantor Gubernur dan Kantor MRP, Selasa (7/6) kemarin.
“Kalau Gubernur mau ambil dana itu bisa saja dan gampang saja. Tapi saya bilang tidak. Uang ini kita pakai untuk merenovasi Kantor Gubernur,” sambung Gubernur.
Lanjut Gubernur, dana SILPA ini juga digunakan untuk membangun tiga gedung kantor lainnya yakni kantor Majelis Rakyat Papua, Kantor KPU dan Kantor ULP.
“Saya perintahkan langsung dana SILPA itu tidak usah dipakai untuk hal lain. Jadi empat bangunan ini dananya semua bersumber dari SILPA, bukan dari mana-mana,”Ucap Gubernur.
Gubernur menyebut pembangunan empat kantor yang saat ini sedang dalam proses pembangunan ditargetkan rampung pada Desember mendatang.
“Saya yang akan meresmikan secara langsung nanti pada 27 Desember sebelum saya mengakhiri jabatan Gubernur di Tahun 2023,”Pungkasnya. (fia/gin)
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…