Categories: PAPUA TENGAH

Sekolah Penggerak Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Kepala LPMP Papua, Adrian Howay, berdiskusi bersama Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait  di Kantor LPMP Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu (6/1) kemarin, terkait dengan program Sekolah Penggerak. ( FOTO: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua bertemu Lembaga Pengembagan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua di Jayapura, Rabu (6/1) kemarin. Pertemuan ini berkaitan dengan mulai berjalannya program Sekolah Penggerak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kepala LPMP Papua, Adrian Howay, menjelaskan bahwa program ini ditetapkan di 110 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, diantaranya terdapat 3 kabupaten/kota di Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Supiori.

“Sekolah Penggerak ini mulai berjalan 2021 ini dan berakhir di 2026 – 2027. Tujuannya dalam rangka mendorong kepala sekolah atau kepemimpinan sekolah lebih baik lagi, mendorong inovasi dan kreativitas sekolah untuk kembangkan sekolah lebih baik lagi, yang tidak lain untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK,” ungkap Drs. Adrian Howay, MM., Rabu (6/1) kemarin.

Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait, mengapresiasi Kemdikbud atas terobosan Sekolah Penggerak ini. Sebab, permasalahan umum di sektor pendidikan, salah satu di antaranya terkait mutu pendidikan, sehingga  program ini dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Papua.

“Lima tugas utama Sekolah Penggerak di antaranya, pendampingan sekolah, melakukan penguatan SDM guru di sekolah, melakukan pembelajaran secara holistik, melakukan perencanaan berbasis data, serta digitalisasi sekolah yang memang gencar dilakukan di tengah pandemi Covid 19 ini,” jelas Christian Sohilait.

Menurut Sohialit, Kota Jayapura, Keerom, dan Supiori yang ditetapkan sudah mencerminkan daerah yang memiliki akses cukup baik, terutama Kota Jayapura. Dengan demikian, berjalannya program Sekolah Penggerak di tiga kabupaten kabupaten/kota ini menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Papua, dalam peningkatan mutu pendidikan.

“Pesan saya, mari kawan-kawan di kabupaten tangkap momentum yang baik ini. Kami juga berharap, di tahun depan, pemerintah pusat menambah lagi sekolah yang mendapat program Sekolah Penggerak,” pungkasnya. (gr/ary)

newsportal

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

12 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

13 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

13 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

14 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

14 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

15 hours ago