Categories: PAPUA TENGAH

Sinergitas Lintas Sektor Dorong Penerapan Pendidikan Keluarga

Ani Rumbiak ( FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Sosial dan Sumber Daya Manusia, Ani Rumbiak, menyebutkan bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan keluarga dibutuhkan sinergitas antara sekolah, keluarga dan masyarakat, sehingga dapat memajukan kualitas dan sistem internal sekolah.

 Menurut Ani Rumbiak, salah satu organisasi formal yang berangotakan keluarga dan masyarakat ialah komite sekolah. Sehubungan dengan hal tersebut, kebijakan Pemprov Papua dalam mendorong pembangunan  di bidang pendidikan, salah satunya dengan memfasilitasi semua stakeholder, baik pendidikan yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta dengan dukungan dana dari APBD, Otsus Papua dan pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, yang mana pada Bab XVI Pendidikan Dan Kebudayaan pasal 56 ayat 4 dan 5  menyebutkan dalam mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada lembaga keagamaan,  lembaga  swadaya  masyarakat,  dan dunia  usaha  yang  memenuhi  syarat  sesuai dengan peraturan    perundang-undangan untuk mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan yang bermutu di Provinsi Papua,” ujar Ani Rumbiak, Sabtu (3/11).

 Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., menjelaskan bahwa karakter pendidikan keluarga menyangkut lintas jalur pendidikan, yakni pendidikan formal, informal, dan nonformal, serta pula lintas jenis pendidikan, baik pendidikan khusus, pendidikan umum, maupun pendidikan keagamaan. Dengan kata lain, pendidikan keluarga ini masuk dalam semuanya itu.

 “Oleh karena itu, diharapkan melalui kelompok kerja (Pokja) lintas instansi yang terlibat, dapat mendorong perkembangan pendidikan keluarga. Sebab, pendidikan keluarga yang masuk dalam kategori pendidikan informal ini dapat sangat membantu pendidikan formal atau pendidikan di sekolah. Tidak heran jika kemudian pendidikan keluarga ini menjadi bagian dari pada Tri Sentra Pendidikan, di antaranya pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan pendidikan masyarakat,” ujar Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si. (gr/ary)

newsportal

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

14 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

15 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

16 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

18 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

19 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

20 hours ago