

Juru taktik Persipura, Andri Ramawi saat memberikan keterangan kepada awak media usai menjamu Kendal Tornado di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (18/9). (Istimewa)
JAYAPURA – Juru taktik Persipura Jayapura, Andri Ramawi membeberkan alasan tak memainkan David Muller dan memasukkan Alexsandro Ferreira pada injury time saat Persipura menjamu Kendal Tornado pada pekan kedua Championship 2026/2027.
Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka, yaitu sang stoper asal Brasil, Ricardo Lima. Alexsandro Ferreira hanya bermain selama 3 menit, ia dimasukan pada menit 90+2 untuk menggantikan Gunansar Mandowen.
Menurut Andri Ramawi, mereka sengaja memarkir Alex karena fisik sang bomber belum benar-benar maksimal. Ia tak ingin memaksakan top skor Liga 2 2023/2024 itu bermain dengan intensitas tinggi.
Andri mengaku Alex akan tampil lebih baik jika sedang dalam performa terbaiknya. Diketahui, Alex merupakan rekrutan terakhir Persipura. Sehingga wajar jika fisik mantan pemain Barito Putera itu belum siap untuk pertandingan.
“Alexandro sedang kita persiapkan kondisi fisiknya, agar benar-benar siap untuk tampil dan terus kita pantau. Semoga di match berikut sudah lebih siap untuk diturunkan,” ungkap Ramawi kepada Cenderawasih Pos, Selasa (22/9).
Pada laga sebelumnya, atau laga pembuka kontra Barito Putera, Alex sebenarnya dipasang sebagai starter dan bermain hingga menit 76 sebelum digantikan oleh Ricky Cawor.
Page: 1 2
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…