

Pemain Persipura Jayapura dikawal ketat pemain Persibo Bojonegoro di Stadion Mandala Jayapura beberapa waktu lalu. (foto:Erianto / Cenderawasih Pos)
JAYAPURA – Persipura Jayapura menjalani musim sulit dalam dua musim Liga 2 2023/2024 dan 2024/2025. Dimana Persipura selalu berjuang pada babak degradasi sekadar hanya bertahan.
Meski berjuang pada babak degradasi, tapi Persipura tidak tampil begitu buruk. Tim kebanggaan masyarakat Papua membukukan beberapa penampilan apik.
Persipura menjadi tim yang paling produktif pada musim lalu. Meski tampil hingga laga penentu, tapi Persipura sukses menciptakan 45 gol dari 23 pertandingan.
Selain produktivitas, tim berjuluk Mutiara Hitam itu juga menjadi tim paling atas soal penguasaan bola. Kemudian Persipura juga merupakan tim kedua dalam urusan umpan sukses dengan catatan 7887.
Capaian ini terbilang apik bagi tim yang tidak pernah melakukan persiapan jelang kick off dengan finansial yang kurang baik.
Persipura juga mengirim Ramai Rumakiek sebagai top skor dengan 22 gol. Kemudian ada Reno Salampessy sebagai pencetak gol termudah.
“Dua musim yang berat, saya musim sebelumnya saya masuk di tim ini di babak playoff. Kemudian musim ini saya mulai dari awal, inti dari pada itu persiapan,” ungkap pelatih Persipura, Ricardo Salampessy beberapa waktu lalu.
Memang tak bisa dipungkiri, persiapan akan menentukan performa sebuah tim dalam kompetisi. Persiapan yang minim membuat Ricardo sangat kesulitan dalam menyiapkan tim yang tangguh.
“Kita butuh persiapan yang lebih baik agar bisa membentuk tim yang lebih solid. Apapun itu akan sangat sulit bagi seorang pelatih dalam membentuk satu tim kalau tidak punya waktu ideal dalam menyiapkan tim,” ujarnya.
Sehingga pelatih yang karib disapa Erik itu berharap agar musim berikutnya manajemen bisa menyiapkan tim jauh-jauh hari untuk bisa mengangkat kembali prestasi Persipura di kancah sepak bola Indonesia. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…