Minimnya kompetisi usia dini di Papua juga sangat disayangkan oleh pelatih berusia 45 tahun itu. Alasan ini yang dinilai membuat bakat Bumi Cenderawasih sulit untuk menembus skuad Garuda muda.
“Usia dini sangat membutuhkan kompetisi dan saya lihat kompetisi masih sangat kurang di Jayapura dan itu berpengaruh sekali kita (Timnas-red). Lihat di Timnas U-17 hanya satu pemain dari Papua karena beberapa pemain yang kita seleksi secara individu baik tapi mereka masih kurang berpengalaman dalam berkompetisi,” tegasnya.
“Sehingga dengan adanya grassroot tournament ini sangat baik dan menjadi wadah yang sangat luar biasa bagi pemain muda di Papua,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Namun di balik rutinitas itu, tak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi berbeda.…
Di depan sebuah masjid di kawasan Kodam, dua perempuan lanjut usia duduk bersandar. Di sekeliling…
Pj Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan enam prioritas kebijakan pemerintah kepada peningkatan…
Pertempuran memperebutkan takhta juara melawan Persipuncak Puncak Cartenz berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim…
Pelatih kepala Persipura, Rahmad Darmawan memberikan apresiasi tinggi bagi pemain yang disebut-sebut sebagai masa depan…
Pendekatan strategis yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif maupun lahan…