Minimnya kompetisi usia dini di Papua juga sangat disayangkan oleh pelatih berusia 45 tahun itu. Alasan ini yang dinilai membuat bakat Bumi Cenderawasih sulit untuk menembus skuad Garuda muda.
“Usia dini sangat membutuhkan kompetisi dan saya lihat kompetisi masih sangat kurang di Jayapura dan itu berpengaruh sekali kita (Timnas-red). Lihat di Timnas U-17 hanya satu pemain dari Papua karena beberapa pemain yang kita seleksi secara individu baik tapi mereka masih kurang berpengalaman dalam berkompetisi,” tegasnya.
“Sehingga dengan adanya grassroot tournament ini sangat baik dan menjadi wadah yang sangat luar biasa bagi pemain muda di Papua,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan seorang warga negara asing asal Papua Nugini…
Dalam konferensi pers yang digelar pada, Sabtu (16/5) di Wamena, para mahasiswa menilai konflik tersebut…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali mengingatkan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk menerapkan prinsip…
Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan komitmennya mempercepat pembukaan akses wilayah terpencil di Papua, khususnya…
LL ditangkap karena diduga memiliki narkotika jenis ganja. Penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait…
Mereka datang bukan untuk konser musik atau pertandingan sepak bola. Mereka datang untuk menonton film…