Categories: OLAHRAGA

KONI akan Coret 200 Atlet

Kenius Kogoya.  (FOTO: Erik / Cepos)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – KONI Papua bersama Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov) Papua akan melakukan evaluasi kepada atlet dan official bagi 37 cabang olahraga yang diproyeksikan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang.

Evaluasi akan digelar awal tahun untuk mengurangi jumlah atlet dan official PON Papua yang saat ini sedang melakukan pemusatan latihan terpusat.

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan, jumlah atlet Papua jumlah yang sangat besar. Oleh karena itu, awal tahun 2020, KONI Papua dan Puslatprov Papua akan lakukan evaluasi untuk mengurangi atlet.

“Atlet kita sekarang itu seribu lebih, akan kita kurangi menjadi 800 orang untuk mengikuti PON XX di Papua. Begitu juga dengan pelatih dan official kita akan kurangi, ” kata Kenius Kogoya, Senin (16/12). 

Dijelaskan hingga saat ini KONI Papua belum membuat Surat Keputusan (SK) bagi para atlet yang akan mentas di event olahraga empat tahunan tersebut.

“Kita belum buat SK, setelah evaluasi baru kita keluarkan SK bagi atlet yang akan waliki Papua pada PON XX tahun 2020,” ujarnya. 

Kenius juga mengingatkan atlet yang melakukan aksi demo atau menyampaikan aspirasi ke kantor DPR Papua akhir pekan kemarin. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para atlet dari beberapa cobor tersebut bisa saja dikeluarkan dari tempat pemusatan latihan, karena belum menjadi sah menjadi atlet PON Papua.

“Atlet dan Cabor yang pergi dan sampaikan aspirasi di DPR Papua, akan kita panggil, apabila atlet dan pelatih punya masalah dengan cabor, datang laporkan kepada KONI dan kita selesaikan, bukan dengan cara demo-demo, kita akan berikan sanksi,” tegasnya.

Kenius menjelaskan, atlet Papua yang kini mengikuti program pemusatan latihan, KONI masih diberlakukan promosi dan degradasi. Sehinga ia meminta para atlet untuk fokus latihan sehingga memberikan prestasi gemilang di PON bukan banyak menuntut.

“Tugas atlet itu berlatih saja, kalian (atlet) belum berikan prestasi apa-apa bagi rakyat Papua. Ingat kalian juga belum sah menjadi atlet PON Papua, kalau ada masalah dengan cabor, selesaikan secara baik, jangan menghasut cabor yang lain untuk pergi demo,” tandasnya. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

3 hours ago

Tiga Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Mimika Masih Disuspen

Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…

4 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

6 hours ago

Wagub Papua Selatan Minta HKTI Bela Petani, Rangkul OAP dan Jauhi Politik Praktis

Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa memberi pesan tegas kepada jajaran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…

9 hours ago

Gubernur Apolo Ajak Aliansi Sasak Lombok Berkontribusi untuk Papua Selatan

Apolo mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan…

10 hours ago

Pemprov Papua Barat Tingkatkan Status Siaga Karhutla Menjadi Waspada

Pemerintah Provinsi Papua Barat telah meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga…

11 hours ago