

JAYAPURA-Petinju profesional asal Papua, Geisler Ap terus mendapat bantuan demi mempertahankan gelar WBC yang kini dimilikinya. Setelah sebelumnya mendapatkan bantuan dari Kapolda Papua sebesar Rp 100 juta, kali ini kembali mendapatkan bantuan dari 23 Kapolres yang ada di Papua sebesar Rp100 juta.
Raut wajah bahagia Geisler terlihat jelas saat menjabat tangan para Kapolres di Mapolda Papua usai menerima bantuan yang diserahkan secara langsung kepada dirinya, Senin (15/7).
Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto yang mewakili para Kapolres mengatakan, dukungan yang diberikan Polda Papua dapat memotivasi pihak pemerintah khususnya KONI atau Pertina untuk menjadi promotor Geisler AP untuk mencapai harapannya menjadi petinju terkenal.
“Kita harap ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia menunjukkan kiprahnya, kita yakin suatu saat ada the next Ellyas Pical dan itu adalah Geisler AP yang berasal dari tanah Papua,”ucapnya.
Sementara itu, Geisler AP mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut serta memberikan apresiasinya kepada Kapolda Papua dan jajarannya atas kepeduliannya untuk membantu dirinya guna mempertahanan gelar WBC.
“Saya merasa bangga sekali atas perhatian dari Kapolda dan seluruh Kapolres, saya berharap Pemerintah Provinsi Papua juga membantu perjuangan saya dan tim,”ungkapnya.
Diakui, saat ini dirinya kewalahan mengatur waktu latihan karena harus terlibat langsung untuk mencari dukungan. Dirinya mengaku persiapannya sangat terganggu sebab harus turun lapangan.
“Saya punya target ke Las Vegas, saat ini saya fokus untuk menurunkan berat badan,” katanya.
Untuk menggelar pertandingan mempertahankan Gelar WBC yang disandangnya, Geisler Ap harus mempersiapkan uang sebesar Rp 400 juta, belum lagi harus menyediakan fasilitas bagi sang penantang yang berasal dari Pakistan.(fia/tho)
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…