Categories: OLAHRAGA

Cabor Sepak Bola PON Hanya 22 Pemain

Pelatih Sepakbola PON Papua, Eduard Ivakdalam.( FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua dalam forum diskusi TC Terpusat PON XX di Swiss-Belhotel, Jayapura pekan lalu menyatakan, kuota pemain sepakbola PON hanya berjumlah 22 pemain.

Namun jumlah tersebut dinilai sangat minim dalam menyiapkan skuad yang solid untuk meraih prestasi pada ajang olahraga empat tahunan itu.

“Saya kira ini sangat berat bagi kita pelatih, apalagi kita menerapkan promosi degradasi, kita pelatih menginginkan yang banyak pilihan dalam tim. Karena dengan banyak pemain persaingan antar pemain dan peluang untuk menentukan bibit yang luar bisa ini, dan jika kita hanya dibatasi 22 pemain saja akan sulit,” ungkap pelatih kepala sepakbola PON Papua, Eduard Ivakdalam kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (15/6).

Menurutnya, kuota 22 pemain dengan kondisi saat ini akan menyulitkan pihaknya untuk membangun sebuah tim yang padu. Sehingga dengan waktu yang masih panjang, Eduard berharap KONI Papua bisa melihat hal itu kembali.

“Perjalanan masih panjang, dalam TC terpusat kita akan melihat kualitas dan kemampuan setiap pemain. Jika 30 pemain tentu persaingan akan ketat untuk bisa mendapatkan tempat dalam tim. Namun jika saat ini sudah dibatasi dengan 22 pemain tentu akan sulit,” ujarnya.

Sebab mantan pemain Persipura Jayapura itu menilai jika awal masuk dalam TC terpusat dengan memaksakan 22 pemain itu akan sangat tidak masimal. Mengingat, Cabor sepakbola merupakan pemain yang rentan dengan cedera pemain.

“Jika hanya 22 pemain, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan pemain kita ke depan, pasti akan mengalami yang namanya cedera atau masalah lain. Dan jika kita mau mengambil dari luar lagi maka itu artinya kita akan mulai dari nol lagi dan kekompakan juga akan sulit terbentuk,” jelasnya.

Eduard berharap adanya perhatian dari Asprov PSSI Papua soal pembatasan kuota 22 pemain itu. Ia berharap Asprov bisa memberikan solusi dari 30 pemain yang dibatasi menjadi 22 pemain.(eri/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

5 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

13 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

14 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

16 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

17 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

18 hours ago