

Salah satu dari 170 ibu-ibu di Merauke yang menerima Vaksin HPV dalam rangka pencengahan kanker serviks yang selama ini menjadi momok bagi kaum perempuan, Rabu (28/1) (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Kaum hawa sanbgat rentan terhadap kanker serviks atau kanker mulut Rahim. Untuk mencegah secara dini kanker yang menjadi momok bagi setiap perempuan tersebut, ratusan ibu-ibu di Merauke mengikuti vaksin Human Papillomavirus Vaccin di Kantor Loka Pemeriksaan Obat dan Makanan Merauke, Senin (28/1).
Meski pemberian vaksin ini berbayar namun tidak menyurutkan semangat dari perempuan yang umumnya sudah menikah itu untuk mendapatkan vaksin HPV.
‘’Ada 170 orang yang mendapatkan vaksi HPV hari ini,’’ kata Plh Kepala Kantor Loka Pemeriksaan obat dan Makanan Merauke Naomi Buntu Rantelili, SSI, Apt., ditemui media ini di sela-sela pemberian vaksin tersebut.
Dikatakan, pemberian vaksin ini meruakan kerja sama Korpri pusat dengan Badan POM Nasional sehingga pesertanya adalah ibu-Ibu ASN, keluarga ASN maupun masyarakat umum, dimana pendaftarannya dan pembayarannya dilakukan secara online.
‘’Sebenarnya antusiasme cukup tinggi. Hanya saja, bagi sebagian yang sudah mendaftar bayar secara manual saat vaksin. Padahal pembayarannya dilakukan secara online, sehingga terverifikasi hanya 170 orang tersebut,’’ jelasnya.
Pemberian vaksin HPV bagi kaum perempuan , jelas Naomi sebagai salah satu pencengahan kanker serviks yang selama ini menjadi momok bagi kaum perempuan. ‘’Karena kanker serviks ini merupakan cukup tinggi dialami kaum perempuan,’’ tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Tim kebanggaan masyarakat Papua itu sedang menyiapkan skuad yang “mewah”. Sejumlah pesepak bola asal Papua…
Juru Bicara TNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pembuat film dokumenter tersebut. Menurutnya,…
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…