Categories: NASIONAL

Bolos 10 Hari Berturut-turut Bisa Dipecat

JAKARTA–Aparatur sipil negara (ASN) tak boleh main-main dengan jam kerja. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mewanti-wanti, bagi yang lalai akan langsung diberi sanksi.

Sanksi yang diberikan pun tidak main-main. Bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara terus menerus selama 10 hari kerja misalnya, bisa diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. Ini juga berlaku bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara kumulatif selama 28 hari kerja atau lebih dalam 1 tahun. Hal tersebut tertuang pada Pasal 11 ayat (2) huruf d angka 3) dan angka 4) Peraturan Pemerintah No. 94/2021 tentang Disiplin PNS.

Tjahjo pun telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No.16/2022 sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah tersebut. Dalam SE ini, ia meminta agar Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dapat melakukan pengawasan jam kerja ASN yang berada di lingkungan instansi masing-masing.

SE ini ditujukan bagi Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung RI,  Kepala BIN, Kepala LPNK, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Kesekretariatan Lembaga Non-Struktural, Pimpinan Lembaga Penyiaran Publik, Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

”PPK perlu membangun sistem pengawasan terhadap kehadiran pegawai dengan lebih cepat dan akurat sesuai dengan karakteristik masing-masing,” ujarnya, kemarin (23/6).

Dia menjelaskan, jumlah jam kerja efektif ASN baik instansi pusat dan daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja harus memenuhi minimal 37,5 jam per minggu. PPK wajib melakukan pengawasan terhadap ASN agar jam kerja ditaati sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini perlu dilaksanakan guna menjamin tercapainya kinerja individu dan organisasi. Selain itu, jam kerja ini berhubungan dengan pelayanan yang diberikan untuk masyarakat sebagai salah satu tugas ASN.

Dia memahami, bahwa saat ini masih ada ASN yang mungkin masih menerapkan pola kerja dari rumah (work from home/WFH) dan kerja dari kantor (work from office/WFO) sejalan dengan upaya meminimalkan penyebaran Covid-19. Menurutnya, kondisi ini tak jadi masalah. Pengawasan pola kerja ini pun tetap dapat dilakukan melalui pengembangan sistem yang sebelumnya telah digunakan dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing Kementerian/Lembaga/Daerah.

”Pengawasan ini juga sebagai upaya pencegahan pelanggaran tidak masuk kerja yang lebih berat. Serta, percepatan pembinaan PNS yang melanggar ketentuan masuk kerja di lingkungannya,” papar Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut. (mia/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: ASNNASIONAL

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

10 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

18 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

19 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

20 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

21 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago