

Sejumlah kendaraan yang parkir di tepi jalan. Disinyalir potensi parkir ini masih terjadi kebocoran, hingga belum memenuhi target PAD sektor retribusi Pemkot Jayapura.(Dok/Cepos)
JAYAPURA — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di Kota Jayapura hingga akhir April 2026 belum mampu memenuhi target triwulan pertama. Dari target tahunan sebesar Rp4 miliar, pemerintah menargetkan capaian Rp1 miliar pada triwulan I. Namun hingga 21 April, realisasi baru mencapai Rp986 juta. Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, mengakui capaian tersebut masih berada di bawah target yang seharusnya telah dipenuhi pada akhir Maret.
“Seharusnya pada akhir triwulan pertama kita sudah mencapai Rp1 miliar. Namun sampai 21 April ini realisasi PAD parkir baru Rp986 juta,” ungkap Justin kepada Cenderawasih Pos, Rabu (22/4).
Menurutnya, belum optimalnya penerimaan PAD sektor parkir disebabkan oleh sejumlah kendala di lapangan. Salah satu faktor utama adalah masih maraknya praktik parkir liar yang memicu kebocoran pendapatan daerah.
“Parkir liar masih menjadi kendala utama. Banyak terjadi pungutan tanpa karcis resmi. Kami sudah rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pendampingan kepada juru parkir, tetapi praktik tersebut masih terus berulang,” jelasnya.
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…