Selain masalah pengangkatan organ tanpa izin, pihak keluarga juga menyoroti sikap oknum dokter di RS Muhammadiyah yang terkesan meremehkan keluhan pasien. Saat pasien mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pascaoperasi, dokter bersangkutan diduga hanya menyarankan pasien untuk beristirahat di rumah saja tanpa tindakan medis yang memadai. Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Muhammadiyah Medan belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan malapraktik dan pengangkatan rahim tanpa prosedur persetujuan tersebut.
Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya tengah mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut untuk menuntut keadilan atas kerugian fisik dan psikologis yang diderita oleh Mimi Maisyarah. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kepala Kantor Bea dan Cukai Merauke Isa Ramadhan menyatakan, penanganan kasus kepemilikan puluhan bungkus rokok…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy Tohir Sabara mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui…
Mantan Kapolri dan Kapolda Papua ini mengapresiasi kondisi dan pelayanan RSUD Biak. Ia terkesan dengan…
Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan…
Benhur Tomi Mano, MM (BTM) menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya gedung…
PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep menyatakan untuk jabatan Sekda Papua Pegunungan…