Dia mengatakan bahwa perlu tindakan dan cara-cara post modern untuk menangani masalah Papua. Cara-cara militer lama tidak akan mempan menuntaskannya. ”Tentunya ini harus dipertimbangkan semua,” paparnya.
Mau sampai kapan Indonesia mendengar kabar prajurit TNI dan Polri terbaiknya berguguran. Yang menunjukkan kesan bahwa setiap anak bangsa di TNI dan POlri ini seakan dikirim ke Papua untuk gugur.
”Semua harus menghentikan ini. Jangan sampai prajurit terbaik Indonesia terus berguguran,” tegasnya.
Sementara Satgas Damai Cartenz masih terus berjibaku menjaga keamanan di Papua. Seperti yang dilakukan Personel Operasi Damai Cartenz yang dipimpin Dansektor Bripka Nasrul Nurdin. Tim tersebut melakukan patrol dan sambaing di Distrik Kiwirok.
”Kami menyambangi setiap tokoh masyarakat untuk memberikan rasa aman,” jelas Bripka Nasrul.
Walau begitu, keamanan di Kiwirok tidak akan terwujud tanpa partisipasi aktif masyarakat. Bersama TNI dan Polri untuk menjaga kamtibmas.
“Kami memohon partisipasinya,” tuturnya. Perlu diketahui patroli semacam ini memiliki risiko tinggi. Sudah berulang kali, KST melakukan serangan senyap saat Satgas Damai Cartenz melakukan patroli. (idr)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…
Setelah bencana longsor yang terjadi di Distrik Tagineri, Tanggime dan Bolakme (Banjir), kini giliran Distrik…