Langkah tersebut, lanjut Teddy, merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo terhadap pelestarian satwa dan lingkungan hidup di Indonesia. Terkait luas lahan yang dikelola, Teddy menyebut area tersebut mencakup wilayah yang cukup besar dengan fungsi konservasi yang beragam.
“Lahannya sendiri kurang lebih 90.000 hektar totalnya, tapi ada memencar-mencar, tapi tidak seluruhnya untuk konservasi gajah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Teddy menyatakan pengelolaan kawasan akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan ekosistem yang ada di masing-masing taman nasional. Karena itu, ia berharap kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan lingkungan di Indonesia.
“Nanti akan disesuaikan oleh WWF mana yang untuk gajah, mana yang untuk ekosistem lainnya,” pungkasnya. (*/Jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Frederik menjelaskan, secara fisik pembangunan NICU–PICU telah selesai 100 persen. Namun demikian, fasilitas tersebut belum…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey menjelaskan, anggaran Rp104 miliar tersebut bersumber dari dana Otonomi…
Persipura kini berada di peringkat tiga dengan koleksi 34 poin. Mereka terpaut satu poin dari…
‘’Ini sebenarnya masih rana kewenangan dari teman-teman penyidik kepolisian Resor Merauke. Namun saya sebagai…
Korban diketahui bernama Andi Kawer, seorang mahasiswa di Kota Jayapura. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persipura…
Entis menjelaskan terkait ketersediaan air bersih di RSUD Jayapura, pihaknya langsung menurunkan Tim Teknis yang…