Categories: NASIONAL

KST Klaim Dua Senjata Rampasan Dibawa Menuju Nduga

JAKARTA-Pembunuhan keji terhadap anggota Brimob Bripda Diego Rumaropen dipastikan ulah kelompok separatis teroris (KST).

Kelompok tersebut telah mengakui bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut serta perampasan dua senjata jenis AK 101 dan SSG08. Kedua senjata itu sedang dikirim dari Distrik Napua ke Nduga.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengatakan bahwa manajemen markas pusat TPNPB-OPM telah mendapatkan laporan lapangan bahwa pembunuhan terhadap Bripda Diego memang dilakukan anggotanya di lapangan. “Benar,” tuturnya.

Menurutnya, pembunuhan tersebut dilakukan pasukan TPNPB-OPM Kodap II Nduga pimpinan Egianus Kogeya. Pembunuhan dilakukan dengan menggunakan senjata tajam. “Anak buah Egianus Kogeya yang melakukan pembacokan,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Setelah melakukan pembacokan n, lanjutnya, dua senjata juga dirampas dari anggota Brimob tersebut. Kedua senjata tersebut sedang dibawa dari Distrik Napua, Jayawijaya ke Nduga. “Kami bawa ke Nduga,” terangnya.

Karena itu, TPNPB-OPM meminta Polri dan TNI untuk tidak melakukan penyisiran dan penggeledahan di rumah warga sipil. Karena penggeledahan di rumah masyarakat itu justru mengganggu.”Kejar kami saja,” tegasnya.

Bahkan, Sebby membocorkan posisi anggotanya yang sedang membawa kedua senjata rampasan itu. Anggota TPNPB-OPM yang membawa senjata berada di Jalan Besar Habema, Nduga. “AnggotaTPNPB-OPM sudah berada di jalan itu,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, kalau polisi mau mengejar tentunya harus menanggung risikonya. “Kalau mengejar tentu kami siap melawan dan sebaiknya pamitan ke anak istri dulu,” tuturnya.

Karena TPNPB-OPM akan langsung menembak mati bila menemukan anggota Polri dan TNI. Apalagi, senjata sniper sudah ada di TPNPB-OPM. “Egianus Kogeya perintahkan tembak mati,” jelasnya.

Sebby juga menyinggung soal pemekaran di Papua. Menurutnya, TPNPB-OPM menolak pemekaran di Papua dengan risiko apapun. “Kalau memaksakan pemekaran, TPNPB-OPM akan masuk ke Wamena dan berperang,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Papua membeberkan ada anggota Brimob yang meninggal karena penganiayaan di Napua. Setelah penganiayaan tersebut, dua senjata api juga dirampas.
Insiden tersebut terjadi saat Danki Brimob Yon D Wamena AKP R dan Bripda Diego membantu warga untuk menembak hewan ternaknya. Bripda Diego dianiaya sesaat setelah menjalankan tugas. (idr/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKBPAPUA

Recent Posts

Polisi Temukan 10 Selongsong Peluru 5,56 MM

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…

10 hours ago

Laporan Pertanggungjawaban Lambat, Pemprov Disemprot

Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…

11 hours ago

Tanamkan Karakter dan Integritas Untuk Cegah Korupsi Sejak Dini

  Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…

11 hours ago

Satu KKB “Bernyanyi”, Empat Orang Langsung Dibekuk

Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…

12 hours ago

Kepsek Diwarning, Harus Tegas Tangani Tawuran Pelajar!

   Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…

12 hours ago

Diduga Kelompok Baru yang Bermain

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…

13 hours ago