Categories: NASIONAL

Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal Saat Sidak ke Bea Cukai Karimun

BOGOR — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, menyusul penangkapan ribuan ton beras ilegal yang diduga kuat diselundupkan tanpa prosedur karantina dan kepabeanan.

Dalam sidak tersebut, Mentan Amran menegaskan praktik ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap petani dan kedaulatan pangan nasional. “Ini tidak boleh dibiarkan. Kita sudah swasembada, stok beras nasional lebih dari 3 juta ton. Tapi masih ada pihak-pihak yang memasukkan beras secara ilegal. Ini mengganggu petani kita, 115 juta rakyat Indonesia yang menggantungkan hidup dari pertanian,” tegas Mentan Amran di hadapan jajaran Bea Cukai, Karantina, TNI-Polri, dan pemerintah daerah.

Berdasarkan hasil penindakan, aparat mengamankan total 1.000 ton beras ilegal, dengan 345 ton masih berada di gudang Bea Cukai. Beras tersebut diangkut menggunakan enam kapal dari FTZ Tanjung Pinang, wilayah yang secara faktual bukan daerah produsen beras, dengan tujuan ke sejumlah daerah sentra produksi seperti Palembang dan Riau. Menurut Mentan Amran, pola distribusi ini tidak masuk akal dan menguatkan dugaan penyelundupan.

“Bayangkan, beras dikirim dari daerah yang tidak punya sawah ke wilayah yang justru surplus. Ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya berhenti di pelaku lapangan,” ujarnya. Selain beras, aparat juga mengamankan gula pasir, cabai kering, bawang merah, dan bawang putih yang seluruhnya tidak dilengkapi sertifikat karantina, tidak melalui tempat pengeluaran resmi, serta tidak dilaporkan kepada pejabat berwenang.

Sebagian barang bukti dilelang sesuai ketentuan hukum, sementara komoditas berisiko tinggi dimusnahkan. Mentan Amran mengingatkan bahwa pelanggaran karantina bukan sekadar persoalan volume atau nilai ekonomi, tetapi menyangkut risiko masuknya penyakit dan hama yang dapat menghancurkan sektor pertanian dan peternakan nasional.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ada 42 Operasi di Papua, Negara Belum Mampu Tangani OPM

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan, berdasarkan kajian Komnas HAM terhadap situasi Daerah Operasi…

6 hours ago

​Dorongan Calon Provinsi Papua Utara Menghangat

​Deklarasi ini mewakili aspirasi masyarakat adat dari empat kabupaten di wilayah Saireri, yakni Kabupaten Biak…

7 hours ago

Ditangkap di Ruko, Satu Anggota KKB Disinyalir Terlibat Rangkaian Pembunuhan

Dari tangannya,  polisi menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm yang disimpan di dalam noken.…

8 hours ago

Dilematis, Ingin Bangun Rumah Sendiri Tapi Terbentur Rencana Penataan Pemerintah

  Air laut di sekitar kawasan tersebut masih tampak hitam pekat. Tumpukan arang dan sisa…

9 hours ago

Timbun BBM,  Tujuh Ton Lebih Solar Diamankan

Barang bukti tersebut diamankan dari dua lokasi di Kota Jayapura dan satu lokasi di Merauke.…

10 hours ago

Para Warek Solid, Roda Organisasi Uncen Tetap Berjalan

   Kondisi inipun sejalan dengan penyampaian dari ​Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV…

11 hours ago