Categories: NASIONAL

Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal Saat Sidak ke Bea Cukai Karimun

Ia mencontohkan kasus masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa tahun lalu yang menyebabkan kerugian hingga Rp135 triliun akibat kematian jutaan ternak.“Tidak peduli satu ton atau satu juta ton, kalau masuk tanpa prosedur karantina, dampaknya sama-sama berbahaya. Negara bisa rugi besar, petani dan peternak yang paling menderita,” tegasnya. Mentan Amran memastikan penanganan kasus ini akan melibatkan Satgas Mabes, Polda, TNI, Kejaksaan, Bea Cukai, dan Karantina, sesuai arahan Presiden RI untuk menindak tegas pelaku kejahatan pangan.

Ia menegaskan negara tidak akan kalah oleh segelintir oknum yang merusak kepercayaan dan mengganggu swasembada pangan yang telah dicapai. “Kami akan jaga petani, jaga pangan, dan jaga negara. Tidak ada toleransi untuk praktik ilegal seperti ini,” pungkas Mentan Amran.(*)

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Banyak Ruas Jalan Rusak Diduga Karena Kendaraan Bermuatan LebihBanyak Ruas Jalan Rusak Diduga Karena Kendaraan Bermuatan Lebih

Banyak Ruas Jalan Rusak Diduga Karena Kendaraan Bermuatan Lebih

Kondisi ini dapat ditemukan di hampir seluruh ruas jalan di wilayah kota bahkan di wilayah…

16 hours ago

Terkait Korupsi, Direktur CV Bangun Sarana Papua Ditahan

Willy Ater menjelaskan, penahanan tersebut dilakukan setelah pihaknya melayangkan 2 kali panggilan kepada yang bersangkutan.…

17 hours ago

Aspek Keselamatan Pilar Utama Corporate Value PTFI

Menurut Tony Wenas, peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) tahun 2026 bukan sekadar…

18 hours ago

Sejumlah Pedagang di Pasar Sentral Timika Telat Bayar Retribusi

Karena keberatan dengan tarif itu, Petrus menyebutkan bahwa banyak pedagang yang menunggak pembayaran selama bertahun-tahun,…

19 hours ago

Pemkab Waropen – Pemilik Ulayat Sepakati Pembebasan Lahan Rp 4 Miliar

Bupati Waropen, Drs. F.X Mote, M.Si, yang hadir langsung bersama Wakil Bupati Yoel Boari, menegaskan…

20 hours ago

Operasi Batal Gara-gara Air Tak Ngalir

Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejak…

1 day ago