Categories: NASIONAL

Soal Aliran Dana Mencurigakan Kampanye Pemilu, Wapres Minta Segera Dibuat Jelas

JAKARTA-Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi keuangan mencurigakan bernilai triliunan rupiah. Transaksi mencurigakan itu ditengarai terkait dengan dana kampanye Pemilu 2024. Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta aliran dana itu segera ditelusuri supaya tidak mencurigakan lagi.
Arahan tersebut disampaikan Ma’ruf di Jakarta pada Senin (19/12). Dia mengatakan aliran mencurigakan itu tidak bisa dibiarkan terus menerus. “Mengenai transaksi mencurigakan, saya kira kalau mencurigakan buat terang saja,” katanya.
Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyampaikan lembaga terkait harus segera memeriksa temuan aliran dana mencurigakan itu. Sehingga segera bisa diketahui ada kejahatan apa tidak dalam aliran mencurigakan itu.
“Kalau ada yang mencurigakan diusut saja secara tuntas. Kalau ada pelanggaran (hukum) ya ditindak,” jelas Ma’ruf. Termasuk kepada Bawaslu, diharapkan bisa bekerjasama dengan PPATK untuk menuntaskan persoalan aliran duit mencurigakan untuk kampanye tersebut. Supaya semuanya jelas. Dan tidak ada kecurigaan lagi.
Seperti diketahui PPATK mengungkapkan ada aliran dana mencurigakan senilai triliunan rupiah. Diduga terkait modal kampanye. Sejatinya dana sumbangan kampanye tidak dilarang. Namun ada batasannya. Untuk perorangan maksimal Rp 2,5 miliar. Sedangkan untuk badan hukum, korporasi, atau sejenisnya, maksimal Rp 25 miliar.
Pada sejumlah kesempatan, Ma’ruf menekankan Pemilu harus berjalan dengan baik dan lancar. Caranya adalah setiap pihak bekerja sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing. Termasuk bagi para ASN supaya menjaga netralitas. Kemudian bagi para politisi atau kelompok yang bermain dalam Pemilu, tetap menjaga kondusifitas. Jangan membuat masyarakat terbelah. (*)
Sumber: Jawapos
Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

7 minutes ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

1 hour ago

Korban Hanyut Kali Uwe Capai 23 Orang yang Ditemukan

Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di…

2 hours ago

Utamakan Kelompok Rentan, Berikan Trauma Healing Bagi Anak-anak

Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya…

3 hours ago

Didemo Ratusan Jemaat, Pembangunan Dermaga Satrol Dihentikan

Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan penghentian rencana pembangunan Dermaga…

4 hours ago

Persipura Bisa Home Base di Luar Papua

Salah satu sanksi yang berat, yakni menghukum Persipura tanpa penonton dalam laga kandang selama satu…

12 hours ago