Padahal, tindakan kecil tetap memberi dampak. Kegiatan berbasis komunitas seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, maupun kampanye lingkungan lokal dinilai mampu memulihkan rasa optimisme dan kebersamaan. Para pakar sepakat, solusi jangka panjang perlu melibatkan sistem kesehatan masyarakat. Konselor Rudi Ananda menilai layanan konseling sebaiknya tersedia secara rutin di puskesmas maupun sekolah.
“Kesehatan mental harus menjadi bagian dari strategi adaptasi iklim. Masyarakat perlu ruang untuk bercerita dan mendapatkan bantuan profesional,” ujarnya.
Edukasi publik mengenai pengelolaan stres serta dukungan keluarga juga dinilai efektif menekan dampak psikologis akibat krisis iklim. Secara keseluruhan, perubahan iklim bukan hanya krisis lingkungan, melainkan krisis kemanusiaan yang menyentuh aspek emosional terdalam manusia. Dengan dukungan psikologis, aksi kolektif, serta kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mental, masyarakat diharapkan lebih tangguh menghadapi tantangan iklim ke depan. (sry/fir)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua…
Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua melakukan Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan. Pertemuan ini…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta masyarakat adat dilibatkan dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi…
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…
Menurutnya, implementasi Otsus harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua melalui program-program yang menyentuh…
Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura…