

Aipda Imron Kurniawan saat membimbing anak-anak di Kampung Enggros baca tulis di Perpustakaan Terapung di Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa (13/1). (foto:Erianto / Cenderawasih Pos)
Melihat Aktifitas Aipda Imron, Pendiri Perpustakaan Terapung di Kampung Enggros
Aipda Imron adalah polisi yang bertugas sebagai Polisi Bhabinkamtibmas Kampung Enggros. Di balik seragamnya, ada sosok “guru” bagi anak-anak Kampung Enggros.
Laporan_Erianto-Jayapura
Selasa siang, (13/1), sekira pukul 15.00 WIT. Matahari masih panas-panasnya, aroma khas hutan bakau yang pekat menyambut siapa saja yang berpijak di Dermaga Kampung Tobati, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Di antara riak air teluk, sebuah longboat berwarna kuning-hitam bersandar tenang di dermaga. Diatasnya, berdiri tegap seorang pria berseragam polisi lengkap dengan baretnya. Ia adalah Aipda Imron Kurniawan. Polisi Bhabinkamtibmas Kampung Enggros.
Siang itu, Imron bersama dua rekan sejawatnya tiba di dermaga, lima anak SMP yang baru saja pulang sekolah sudah menanti di tepi dermaga. Begitu perahu sepanjang 10 meter itu merapat, tanpa ragu mereka melompat naik.
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di atas air di tengah teluk Youtefa Kota Jayapura. Setelah 8 menit, akhirnya perahu motor melintas di Kampung Enggros. Imron disambut teriakan anak-anak yang secara kebetulan ada di depan rumah saat perahu melintas.
Mereka berlari di atas jembatan papan dengan kaki kosong menuju dermaga kecil yang berada di samping Kantor Kampung Enggros. Perahu motor pun sandar, PS. Kasubnit Lidik Unit Gakkum Sat Polair Polresta Jayapura Kota itu disambut 3 anak-anak. Imron menuju sebuah bangunan kayu berukuran 8×10 meter. Bangunan berada tepat di samping Kantor Kampung Enggros. Catnya berwarna biru dengan beratap seng.
Di dinding depan tertempel plat bertuliskan “Perpustakaan Terapung”. Sesuai namanya, Perpustakaan ini dibangun di atas permukaan air laut. Begitu pintu dibuka, aroma kertas dan kayu menyatu. Buku-buku tersusun rapi di meja. Ada juga buku di bawah lantai papan.
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…