

Mendagri Tito Karnavian. (Istimewa)
Dari Rapat Fiktif, Tunjangan Ganda, dan Perjalanan Dinas Siluman
JAKARTA– Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kembali menyoroti borok lama dalam tata kelola keuangan daerah. Di balik laporan keuangan yang terlihat rapi, Mendagri menemukan masih banyak praktik pemborosan yang justru merugikan rakyat.Mulai dari rapat berulang tanpa hasil, perjalanan dinas fiktif, hingga tunjangan yang dibayar berlebihan semuanya menjadi potret klasik inefisiensi birokrasi.
Menurut Tito, sebagian besar kebocoran muncul dari pengeluaran birokrasi dan operasional pegawai. Ia mencontohkan, rapat yang seharusnya cukup dua kali bisa dibuat sepuluh kali, hanya untuk menghabiskan anggaran. Begitu pula dengan perjalanan dinas yang dilakukan berkali-kali tanpa urgensi.
“Kegiatan birokrasi sering kali jadi ajang pemborosan yang justru menjauh dari tujuan pelayanan publik,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Tak hanya itu, Tito menyinggung anggaran pemeliharaan yang kerap dinaikkan tanpa alasan logis. Ia menilai banyak daerah lebih fokus pada kegiatan seremonial ketimbang efisiensi program.Dalam pandangannya, kepala daerah seharusnya berani memangkas aktifitas yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat.
Page: 1 2
Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…
Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…
Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…
Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…
Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…