Pertamina jamin keberlangsungan rantai pasokan energi nasional berkat pengelolaan 345 kapal oleh Pertamina Group, yang memastikan distribusi BBM dan LPG tetap optimal meskipun ada gejolak di tingkat global. Semua lini bisnis, dari penyediaan minyak mentah hingga pemenuhan kebutuhan BBM domestik, berjalan normal tanpa gangguan berarti. Keberhasilan dua kapal Pertamina meninggalkan zona konflik ini tidak hanya menenangkan kepanikan publik, tetapi juga memperkuat keyakinan bahwa Indonesia memiliki sistem pemasokan energi yang tangguh.
Pertamina berkomitmen untuk terus memantau perkembangan keadaan di Timur Tengah dan meningkatkan mitigasi risiko, sehingga pasokan energi nasional tetap aman dan terjaga di tengah dinamika global yang tidak menentu.Dengan demikian, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan tenang tanpa khawatir akan kekurangan BBM atau LPG. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…