Categories: NASIONAL

KPU RI Jadi Tim Penilai Independen Pemilu Filipina

JAKARTA-KPU RI memenuhi undangan Pemerintah Filipina untuk menjadi anggota Tim Penilai Kehormatan dan Independen Internasional pemilihan umum tingkat nasional dan daerah yang berlangsung sejak Senin (9/5).

Dikutip dari Antara, delegasi KPU RI dipimpin oleh Anggota KPU RI Idham Holik, dan beranggotakan Tenaga Ahli Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU RI Ali Ridho, serta Staf Setjen KPU RI Johan Teguh.

Idham, sebagaimana dikutip dari siaran tertulis Humas KPU RI yang diterima di Jakarta, Selasa, menyampaikan proses pemungutan suara pemilihan umum di Filipina dapat berlangsung terbuka, demokratis, dan cepat.

“(Prosesnya) hanya memakan waktu 2 sampai 5 jam saja, perolehan suara sudah sampai di pusat dan direkapitulasi secara penuh sehingga menjadi hasil resmi. Jadi, tidak membutuhkan waktu berhari-hari dan tidak memakan korban,” ungkap Idham.

Pemungutan suara yang berlangsung cepat itu, menurut Idham, berkat penggunaan mesin penghitung suara/vote counting machine (VCM). VCM dapat memindai surat suara dan menerbitkan struk bukti hasil perhitungan suara pilihan pemilih di tiap tempat pemungutan suara (TPS).

Pemerintah Filipina menggunakan sekitar 106.000 VCM selama pemungutan suara. VCM sejauh ini telah digunakan oleh lebih dari 70 negara. Idham, yang saat ini bertugas di Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI, menyampaikan delegasi KPU RI dapat mempelajari tahapan pemilu di Filipina yang berlangsung cepat itu.

“Ada banyak sekali pengalaman dan kebijakan menarik yang bisa dipelajari di Filipina untuk meningkatkan kualitas praktik demokrasi elektoral yang berkeadilan gender,” ujar Idham.

Ia menyampaikan pengalaman di Filipina menunjukkan penggunaan teknologi meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. Tidak hanya masyarakat Filipina, tetapi negara itu juga mendapatkan kepercayaan dari komunitas internasional.

“Modernisasi pemilu ini meningkatkan kepercayaan nasional dan internasional kepada Filipina dan menjadikan Filipina salah satu negara yang layak dicontoh untuk pemungutan suara di Asia,” tutur Idham.

Pemilu di Filipina berlangsung pada 9–16 Mei 2022. Dalam proses pemungutan suara, ada 37.141 TPS yang tersebar di dalam negeri dan luar negeri.

TPS dibuka sejak pukul 06.00 waktu setempat dan ditutup pada 19.00. Ada lebih dari 67 juta pemilih di dalam negeri, dan 1,7 juta warga Filipina di luar negeri yang memberikan suaranya pada pemilu tahun ini. (Antara/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: NASIONAL

Recent Posts

Presiden Prabowo Salurkan 10 Ekor Sapi Kurban untuk Papua

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…

10 minutes ago

Polisi Kembali Bongkar Sindikat Narkotika Golongan I

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…

40 minutes ago

Tiga Warga Australia Segera Jalani Siidang di PN Merauke

Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…

2 hours ago

Bupati Merauke Ingatkan Kepala Distrik Bekerja Lebih Optimal dan Efektif

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…

3 hours ago

Pria 40 Tahun di Boven Digoel Ditemukan Tewas di Kos-kosan

Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…

4 hours ago

Korban Curas di Libarek Berhasil Selamat

Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…

5 hours ago