Kematian Ermanto Usman adalah bukti nyata sekaligus peringatan keras bahwa di tengah upaya pemberantasan korupsi, suara-suara kritis masih menghadapi ancaman fisik yang nyata. Ini bukan hanya tentang hilangnya satu nyawa, melainkan tentang ancaman terhadap integritas demokrasi dan hukum di Indonesia. Dunia aktivisme dan serikat pekerja kini berduka.
Sosok Ermanto Usman akan dikenang sebagai martir bagi transparansi pengelolaan aset negara. Masyarakat kini menanti tindakan tegas aparat penegak hukum; apakah kasus ini akan menguap begitu saja, ataukah para pelaku dan dalangnya akan diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka? (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan melalui Kasat Binmas AKP Yonias Purwanto mengatakan, kegiatan pembersihan…
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Muchlis Karim, yang hadir…
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengakui pengelolaan dan perawatan GOR Toware di…
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jayapura, terutama dinas teknis terkait, agar…
Bupati Keerom, Piter Gusbager kembali dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar…
Sekitar pukul 10.30 WIT, tim gabungan bergerak cepat menuju lokasi menggunakan kapal cepat milik Direktorat…