Kematian Ermanto Usman adalah bukti nyata sekaligus peringatan keras bahwa di tengah upaya pemberantasan korupsi, suara-suara kritis masih menghadapi ancaman fisik yang nyata. Ini bukan hanya tentang hilangnya satu nyawa, melainkan tentang ancaman terhadap integritas demokrasi dan hukum di Indonesia. Dunia aktivisme dan serikat pekerja kini berduka.
Sosok Ermanto Usman akan dikenang sebagai martir bagi transparansi pengelolaan aset negara. Masyarakat kini menanti tindakan tegas aparat penegak hukum; apakah kasus ini akan menguap begitu saja, ataukah para pelaku dan dalangnya akan diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka? (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Wakil Ketua Komisi A DPRK Jayawijaya, Maximus Itlay,S.IP menyatakan setelah mendapatkan surat dari pimpinan DPRK…
egenda Persipura Jayapura, Fison Merauje menilai pertemuan sang juara bertahan Argentina dengan Spanyol merupakan sebuah…
Wakapolres Jayawijaya Kompol Albertus Mabel, S,IK, M.AP menyatakan meskipun konflik telah selesai namun tak bisa…
Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan…
Merespons tragedi terbaru yang menewaskan seorang pemancing bernama Firman (22) pada, Selasa (14/7) dini hari,…
Gabungan personel Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim, Ka SPKT, Samapta, Polsek Merauke Kota, dan Polsek…