Putra korban, Fiandy A. Putra, mengungkapkan bahwa ayahnya sangat menyadari risiko maut yang mengintai. Namun, Ermanto memilih untuk tetap teguh pada prinsipnya demi membela hak-hak pekerja dan menyelamatkan aset strategis negara dari cengkeraman mafia. “Ayah tahu risikonya, tapi beliau selalu bilang bahwa kebenaran harus diperjuangkan, apa pun harganya,” ujar Fiandy dengan nada tegar namun penuh duka.
Kematian Ermanto Usman memicu gelombang pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah negeri ini sudah sedemikian tidak amannya bagi mereka yang jujur?Jika membongkar korupsi bernilai triliunan rupiah harus dibayar dengan nyawa, maka perlindungan terhadap saksi dan pengungkap fakta di Indonesia sedang berada dalam titik nadir. Publik kini mendesak kepolisian dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik serangan ini.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada upacara dan seremoni tahunan. Di Papua, tantangan…
Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kota Jayapura. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota…
"Rencana aksi hari ini sebenarnya mungkin ada hal-hal yang kurang menyenangkan di hati beberapa orang…
Kegiatan yang diikuti para kepala daerah dari berbagai kota di kawasan Indonesia Timur tersebut menjadi…
Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax…
Dialog tersebut mengusung tema "Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. Wagub Paskalis mengemukakan banyak masyarakat…