Putra korban, Fiandy A. Putra, mengungkapkan bahwa ayahnya sangat menyadari risiko maut yang mengintai. Namun, Ermanto memilih untuk tetap teguh pada prinsipnya demi membela hak-hak pekerja dan menyelamatkan aset strategis negara dari cengkeraman mafia. “Ayah tahu risikonya, tapi beliau selalu bilang bahwa kebenaran harus diperjuangkan, apa pun harganya,” ujar Fiandy dengan nada tegar namun penuh duka.
Kematian Ermanto Usman memicu gelombang pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah negeri ini sudah sedemikian tidak amannya bagi mereka yang jujur?Jika membongkar korupsi bernilai triliunan rupiah harus dibayar dengan nyawa, maka perlindungan terhadap saksi dan pengungkap fakta di Indonesia sedang berada dalam titik nadir. Publik kini mendesak kepolisian dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik serangan ini.
Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…
Sejak April 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura tersebut menjalankan Program Jaminan Direktur,…
Hanya berselang 15 menit setelah insiden, Tim Babat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika yang…
Kajati Papua Jefferdian mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang secara rutin dilakukan secara bergantian…
Peninjauan meliputi akses jalan menuju kawasan pusat pemerintahan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan hingga…
enghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Wilayah Papua secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan…