Putra korban, Fiandy A. Putra, mengungkapkan bahwa ayahnya sangat menyadari risiko maut yang mengintai. Namun, Ermanto memilih untuk tetap teguh pada prinsipnya demi membela hak-hak pekerja dan menyelamatkan aset strategis negara dari cengkeraman mafia. “Ayah tahu risikonya, tapi beliau selalu bilang bahwa kebenaran harus diperjuangkan, apa pun harganya,” ujar Fiandy dengan nada tegar namun penuh duka.
Kematian Ermanto Usman memicu gelombang pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah negeri ini sudah sedemikian tidak amannya bagi mereka yang jujur?Jika membongkar korupsi bernilai triliunan rupiah harus dibayar dengan nyawa, maka perlindungan terhadap saksi dan pengungkap fakta di Indonesia sedang berada dalam titik nadir. Publik kini mendesak kepolisian dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik serangan ini.
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengakui pengelolaan dan perawatan GOR Toware di…
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jayapura, terutama dinas teknis terkait, agar…
Bupati Keerom, Piter Gusbager kembali dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar…
Sekitar pukul 10.30 WIT, tim gabungan bergerak cepat menuju lokasi menggunakan kapal cepat milik Direktorat…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda memastikan visi dan misi pemerintahannya bersama Wakil Bupati harus benar-benar dirasakan…
Penyidikan yang dilakukan atas tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi pada Minggu 1…