Putra korban, Fiandy A. Putra, mengungkapkan bahwa ayahnya sangat menyadari risiko maut yang mengintai. Namun, Ermanto memilih untuk tetap teguh pada prinsipnya demi membela hak-hak pekerja dan menyelamatkan aset strategis negara dari cengkeraman mafia. “Ayah tahu risikonya, tapi beliau selalu bilang bahwa kebenaran harus diperjuangkan, apa pun harganya,” ujar Fiandy dengan nada tegar namun penuh duka.
Kematian Ermanto Usman memicu gelombang pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah negeri ini sudah sedemikian tidak amannya bagi mereka yang jujur?Jika membongkar korupsi bernilai triliunan rupiah harus dibayar dengan nyawa, maka perlindungan terhadap saksi dan pengungkap fakta di Indonesia sedang berada dalam titik nadir. Publik kini mendesak kepolisian dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik serangan ini.
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…