Putra korban, Fiandy A. Putra, mengungkapkan bahwa ayahnya sangat menyadari risiko maut yang mengintai. Namun, Ermanto memilih untuk tetap teguh pada prinsipnya demi membela hak-hak pekerja dan menyelamatkan aset strategis negara dari cengkeraman mafia. “Ayah tahu risikonya, tapi beliau selalu bilang bahwa kebenaran harus diperjuangkan, apa pun harganya,” ujar Fiandy dengan nada tegar namun penuh duka.
Kematian Ermanto Usman memicu gelombang pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah negeri ini sudah sedemikian tidak amannya bagi mereka yang jujur?Jika membongkar korupsi bernilai triliunan rupiah harus dibayar dengan nyawa, maka perlindungan terhadap saksi dan pengungkap fakta di Indonesia sedang berada dalam titik nadir. Publik kini mendesak kepolisian dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik serangan ini.
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH, menekankan dari hasil pemeriksaan yang…
Polres Jayapura menetapkan EW (43), seorang ibu rumah tangga sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap…
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, S.Pd.,…
Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat mengingat rivalitas kedua tim di Grup Timur. Selain itu, laga…
Ketua Panja DPRK Kota Jayapura, Ismail Bepa, meminta Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo,…
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengecam aksi kekerasan tersebut. Ia menilai penembakan terhadap…