Categories: METROPOLIS

4.407 Siswa SMP di Kota Jayapura Dinyatakan Lulus 100 %

Disdikbud Ingatkan Tidak Rayakan Kelulusan Berlebihan

JAYAPURA – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kota Jayapura. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura mencatat sebanyak 4.407 siswa kelas IX tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2025/2026 dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan jumlah tersebut berasal dari 39 SMP yang telah meluluskan peserta didiknya pada tahun ini.

“Untuk tahun ajaran ini terdapat 39 sekolah yang meluluskan siswa kelas IX dengan jumlah lulusan sebanyak 4.407 siswa dan tingkat kelulusan mencapai 100 persen,” ujar Rocky kepada Cenderawasih Pos, Selasa (2/6).

Menurutnya, terdapat lima sekolah yang belum meluluskan siswa karena sekolah-sekolah tersebut masih tergolong baru dan peserta didiknya masih berada di kelas VII dan VIII. Kelima sekolah tersebut yakni SMP Nurul Haq, SMP Anak Hebat Papua, SMP Modern Darussalam, SMP Kristus Juru Selamat, dan SMP TQS Mujibur.
Rocky menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua yang telah bekerja sama mendukung proses pembelajaran hingga para siswa dapat menyelesaikan pendidikan tingkat SMP dengan baik.

Ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai minat dan kemampuan masing-masing, sehingga mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing.

Di sisi lain, Rocky mengingatkan seluruh sekolah agar tidak menyelenggarakan kegiatan perpisahan maupun perayaan kelulusan secara berlebihan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Jayapura yang menginginkan proses kelulusan dilaksanakan secara sederhana dan tidak membebani orang tua siswa.

“Kami mengingatkan seluruh sekolah agar tidak menggelar acara perpisahan atau perayaan kelulusan yang berlebihan. Kelulusan merupakan momen yang patut disyukuri, tetapi harus dirayakan secara sederhana dan tidak menimbulkan beban tambahan bagi orang tua,” tegasnya.

Selain itu, Rocky juga mengimbau para siswa untuk tidak melakukan konvoi kendaraan, aksi corat-coret seragam, maupun kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum setelah pengumuman kelulusan. Menurutnya, kelulusan hendaknya dimaknai sebagai awal perjalanan menuju jenjang pendidikan berikutnya, bukan sekadar ajang euforia yang berlebihan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Statistik Berpihak ke Spanyol

Laga puncak ini mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda. La Furia Roja -julukan Spanyol tampil…

14 hours ago

Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga

Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…

2 days ago

Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Papua Selatan Hindari Silpa Dana Otsus

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…

2 days ago

Dinilai Tidak Transparan, Ajak Masyarakat Papua Bergerak

  Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…

2 days ago

Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Astamaops Kapolri  Tekankan Pendekatan Humanis

Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…

2 days ago

KPK dan Kejati Papua Perkuat Sinergi Cegah Korupsi

   Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…

2 days ago