Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa perkenalan AI dan teknologi digital tidak boleh menghisap nilai-nilai jurnalisme, apalagi merusak ekonomi media masa. Ia mengingatkan bahwa teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani.
Prabowo pun mengakui tantangan pers yang kian kompleks. Yang mana, di satu sisi terdapat tuntutan hadirnya jurnalisme berkualitas tinggi, namun di sisi lain persoalan insentif ekonomi dan model bisnis media masih menjadi pekerjaan besar.
Namun, kata Prabowo pemerintah akan terus berupa mencari solusi untuk mengatasi dilema tersebut. Ia juga mengajak semua pihak untuk meneguhkan kembali peran penting pers Indonesia. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…