“Kalau mau speak up semua ya ada (50 orang),” tegasnya. Banyak korban memilih bungkam karena posisi Ashari sebagai pendiri yayasan sekaligus sosok yang sangat disegani. Selain doktrin, kehidupan di lingkungan pesantren tersebut dikenal sangat keras. Siapa pun yang membangkang akan dipukul langsung oleh pelaku. Setelah sempat mangkir dari panggilan dan bersembunyi, Ashari akhirnya diringkus Polresta Pati di wilayah Kabupaten Wonogiri. Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menegaskan bahwa pelaku bertindak tidak kooperatif sehingga dilakukan jemput paksa.
Kini, sang “kiai” harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan UU Perlindungan Anak dan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dengan ancaman hukuman belasan tahun penjara. (*/JawaPos.com )
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…