Categories: NASIONAL

Kontrak Pemenuhan Domestik, Opsi Solusi Persoalan Minyak Goreng

JAKARTA – Tingginya harga minyak goreng (migor) karena harga crude palm oil (CPO) di pasar dunia menjadi perhatian pemerintah. Dikhawatirkan, CPO sebagai bahan baku migor semakin tipis. Sebab, produsen minyak sawit melepas produknya untuk pasar luar negeri yang harganya tinggi.

Karena itu, opsi kontrak pemenuhan domestik atau domestic market obligation (DMO) CPO bisa dipertimbangkan. Direktur Eksekutif Center of Law and Economic Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebutkan, langkah DMO bisa lebih mengendalikan pasokan dalam negeri.

’’Misal, 40–50 persen harus peruntukan ke domestik. Jadi, itu intervensi pemerintah lebih tepat,’’ ujar Bhima kepada Jawa Pos kemarin (7/1). Alangkah baiknya, kepastian itu dibungkus dengan regulasi dan pengawasan yang lebih efektif. ’’Sangat memungkinkan. Batu bara saja bisa ada DMO. Tinggal nanti kita bicara soal kepatuhan,’’ imbuhnya.

Kepatuhan itu terkait dengan evaluasi setiap bulan kepada perusahaan-perusahaan yang sudah diberi DMO. Mereka bakal mendapatkan reward and punishment dari kebijakan yang diterapkan. ’’Bisa sampai ke pencabutan usaha untuk yang tidak berkomitmen,’’ tuturnya.

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengusulkan hal serupa. Menurut Andre, DMO CPO merupakan cara yang cukup ampuh untuk menstabilkan harga minyak goreng. Mekanismenya, pemerintah dapat menentukan harga minyak kelapa sawit yang lebih rendah dari harga global untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. ’’Saya meminta pemerintah segera mengkaji mekanisme DMO kelapa sawit untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng dalam negeri,’’ katanya.

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah bekerja cepat menurunkan harga minyak goreng. Dia memahami mahalnya migor karena CPO internasional yang tengah tinggi. Meski demikian, pemerintah seharusnya melakukan intervensi sejak awal. ”Sehingga tidak terjadi kelangkaan dan harga pun bisa kembali stabil,” tuturnya.

Menurut dia, seharusnya penyaluran minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14 ribu per liter dilakukan jauh hari sebelum masa Natal dan tahun baru. (dee/lum/c6/dio/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: EKBIS

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

8 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

10 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

11 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

12 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

13 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

14 hours ago