Categories: NASIONAL

277 Kasus Baru Kanker Ditemukan di RSUD Jayapura

Data Tahun 2025 Dengan Usia Produktif Paling Terdampak

JAYAPURA– Disaat kondisi managemen rumah sakit yang belum 100 pesen sehat, ternyata angka penderita kanker yang ditangani di RSUD Dok II terbilang tinggi. Pihak rumah sakit mencatat sebanyak 277 kasus baru kanker yang terdeteksi melalui layanan kemoterapi sepanjang tahun 2025. Data tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, jenis kanker yang paling banyak ditemukan adalah kanker payudara sebanyak 95 kasus, diikuti kanker mulut 78 kasus, kanker serviks 31 kasus, kanker paru-paru 25 kasus, kanker rekti 18 kasus, limfoma non-Hodgkin 5 kasus, kanker kolon 4 kasus, kanker leher 2 kasus, kanker nasofaring (KNF) 1 kasus, serta kanker lainnya 18 kasus.

Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB Subsp (K), Finacs menjelaskan, jumlah tersebut hanya berasal dari pasien yang menjalani pengobatan di RSUD Jayapura. Menurutnya, angka kejadian kanker di Papua diperkirakan lebih tinggi karena tidak semua pasien tercatat atau tertangani di rumah sakit rujukan tersebut. “Data ini hanya berasal dari RSUD Jayapura. Jumlah kasus di lapangan kemungkinan jauh lebih besar,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (5/2).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2020 RSUD Jayapura mencatat 40 kasus kanker mulut, 62 kanker payudara, 16 kanker saluran pencernaan, 13 kanker serviks, 10 kanker ovarium, 9 kanker paru-paru, 4 kanker leher, 1 KNF, 2 limfoma non-Hodgkin, serta 10 kanker lainnya. Menurut dr. Jan Frits, peningkatan kasus dari tahun ke tahun tidak hanya mencerminkan kenaikan angka kejadian, tetapi juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, semakin terbukanya akses informasi kesehatan ke daerah-daerah, serta bertambahnya jumlah tenaga medis di Papua.

Ia juga menyoroti pergeseran karakteristik pasien kanker. Saat ini, sebagian besar penderita berada pada usia produktif. Bahkan, kanker payudara yang secara teori lebih sering terjadi pada usia di atas 50 tahun, di Papua justru banyak ditemukan pada pasien berusia di bawah 50 tahun.

Terkait penyebab, dr. Jan menjelaskan bahwa kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama lingkungan dan perubahan gaya hidup. Perubahan pola konsumsi, kebiasaan mengonsumsi makanan instan, kurangnya aktivitas fisik, serta paparan lingkungan yang tercemar dinilai turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

15 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

16 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

17 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

18 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

19 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

20 hours ago