Categories: NASIONAL

Kesepakatan Dagang RI-AS Dikritik: Hanya Amankan 2 Persen Ekspor?

Padahal, saat ini Amerika Serikat bukan pemasok utama kedua komoditas itu bagi Indonesia. Untuk katun, kontribusi AS hanya 8,7 persen dari total impor Indonesia, masih jauh di bawah Tiongkok (29,4 persen) dan Brasil (20,7 persen). Adapun untuk man-made fiber, porsi AS bahkan hanya 0,3 persen, tertinggal jauh dibandingkan Tiongkok (65,1 persen) dan Vietnam (12,4 persen). Selain itu, harga bahan baku tekstil asal AS dinilai relatif lebih tinggi dibandingkan negara pemasok lainnya.

“Jika dunia usaha dipaksa membeli bahan baku yang lebih mahal dari AS, akan terjadi disrupsi serius dalam rantai pasok sehingga manfaat akses pasar tersebut bisa saja tidak lagi terasa,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nany Afrida, turut mengkritisi potensi dampak ART terhadap industri media nasional. Ia mengungkapkan bahwa dalam klausul perjanjian tersebut terdapat peluang bagi investor Amerika Serikat untuk memiliki perusahaan media di Indonesia.

“Jika ini diberlakukan, kepemilikan media bisa didominasi oleh modal asing. Agenda editorial berpotensi dipengaruhi kepentingan ekonomi global, sementara media lokal akan semakin sulit membiayai jurnalisme yang berkualitas dan independen,” katanya.

Selain itu, ART juga memuat ketentuan yang melarang Indonesia mewajibkan platform digital asal AS membayar lisensi konten atau berbagi pendapatan dengan media dalam negeri. “Perjanjian ini melemahkan upaya membangun ekosistem digital yang adil,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila media lokal semakin tertekan secara finansial dan dikuasai modal besar, informasi yang diterima publik berpotensi semakin terkurasi sesuai kepentingan tertentu dan lebih menonjolkan narasi pertumbuhan ekonomi semata. Dampak sosial dan ekologis dari proyek pembangunan pun dikhawatirkan luput dari perhatian.

“Situasi ini juga berpotensi melemahkan kritik publik. Oligarki akan lebih mudah membungkam kritik terhadap proyek-proyek strategis mereka yang mungkin berdampak buruk terhadap lingkungan maupun masyarakat,” katanya. (*/JawaPos.com)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tindak Tegas Anggota yang Langgar ProsedurTindak Tegas Anggota yang Langgar Prosedur

Tindak Tegas Anggota yang Langgar Prosedur

Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…

6 hours ago

Cek Stadion LE, DPRP Siap Dukung Pemulihan

Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…

7 hours ago

Pelarangan Film Pesta Babi Picu Kritik

Pelarangan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah dan lingkungan kampus menuai kritik dari kalangan…

8 hours ago

Bukan Sekadar Paras, Miss Bintang Indonesia 2026 Cari “Srikandi” Sosial dari Timur

Timika dipilih menjadi tuan rumah, menggeser dominasi ibu kota provinsi berkat kelengkapan fasilitas publiknya. Ajang…

9 hours ago

DASS: Kebijakan Pemangkasan Dana Kampung Perlu Ditinjau

ndoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kaway…

10 hours ago

Jadi Sumber PAD Baru Diskominfo Kembangkan Layanan Video Tron Untuk Umum

Plt Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Imanuel Medlama, S.STP, M.Si menyatakan pemanfaatan hak tayang layanan Informasi…

11 hours ago