Di hari yang sama (5/11) waktu setempat, puluhan ribu massa di Washington D.C, juga ikut turun ke jalan untuk menyuarakan protesnya.
Dalam
aksi tersebut, merespon pemerintah
Amerika Serikat yang masih tinggal diam, massa mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.
Para demonstran mengajukan protes dan menuangkan amarahnya kepada Presiden AS, Joe Biden.
Hal itu dilakukan sebagai respon dari mereka yang menganggap bahwa Presiden AS tersebut telah memicu penyerangan
Israel terhadap Palestina.
Dengan lantang dan memenuhi area tempat
aksi dilakukan, sorakan para demonstran bergema, “Biden, Anda tidak bisa sembunyi; kami menuntutmu atas tuduhan genosida!”
Perserikatan Bangsa-Bangsa juga sudah memperingatkan terkait risiko genosida yang semakin meningkat terhadap penyerangan
Israel yang bertubi-tubi kepada Palestina.
Dideklarasikan dalam Konvensi Genosida PBB, genosida didefinisikan sebagai sebuah
aksi untuk menghancurkan keseluruhan atau sebagian bangsa, etnis, ras, atau kelompok agama.
Beralih ke dunia bagian timur,
aksi bela Palestina juga dilakukan oleh ribuan massa di dua negara raksasa Asia Timur,
Jepang dan Korea Selatan.
Sekelompok massa berkumpul di depan Kedutaan Besar
Israel untuk
Jepang di Tokyo pada Rabu (1/11).
Dengan membawa slogan bertuliskan “Ceasefire Now” dan “Stop bombardments in Gaza”, 300 orang menyuarakan protesnya.
Salah seorang demonstran perempuan umur 60-an menyatakan bahwa media
Jepang tidak banyak memberitakan tentang isu yang sedang terjadi di
Israel dan Palestina, sehingga ia tidak banyak tahu-menahu soal hal tersebut.
Ditambahkan oleh seorang pemuda berumur 20-an, telah banyak
aksi protes untuk membela Palestina yang dilakukan oleh banyak negara di seluruh dunia dan ia ingin
Jepang juga ikut menyuarakan protesnya terhadap
Israel.
Sementara itu, Sabtu (4/11), ratusan orang berkumpul di Seoul untuk melayangkan protes dan desakan gencatan senjata kepada
Israel.
Dikutip dari Press TV, Kim Heewon dari Arizona State University menyatakan bahwa berita yang tersebar di media kebanyakan menyajikan berita yang bias.
Meskipun begitu, kekuatan media sosial merupakan sesuatu yang krusial dan sangat komunikatif dalam menyebarkan berita yang sebenarnya.
Selain itu, organisasi sipil dan non-pemerintah di Korea juga berusaha menerjemahkan berbagai berita dan artikel penting mengenai isu di Palestina yang riil dan tidak bias.
Tak hanya negara-negara tersebut,
aksi bela Palestina dan protes ke
Israel untuk segera melakukan gencatan senjata juga digelar di Hanoi, ibukota Vietnam. (*)