Categories: NASIONAL

Paus Fransiskus Bukan Paus Pertama yang Berkunjung ke Indonesia, Ini Sejarahnya

JAKARTA– Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik se-Dunia Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia mulai hari ini, Selasa (3/9) hingga tiga hari ke depan. Kunjungan ini menjadi peristiwa bersejarah bagi umat Katolik di Indonesia.

Pasalnya, tak banyak negara yang dipilih untuk dikunjungi Paus dalam perjalanan apostolik-nya. Ini adalah kali pertama Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia.
Meski begitu, dalam sejarahnya sudah ada beberapa Paus lain yang pernah mengunjungi Indonesia.
Paus Fransiskus tercatat sebagai Paus ketiga yang berkunjung ke Indonesia.
Adapun paus pertama yang sudah mengunjungi Indonesia adalah Paus Santo Paulus VI yang berkunjung pada 3-4 Desember 1970.
Baru 19 tahun kemudian Paus lainnya berkunjung ke Indonesia, yaitu Paus Santo Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia pada 9-14 Oktober 1989.
Sekarang, sesudah 35 tahun, Paus Fransiskus akhirnya melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia.
Dalam keterbatasan kesehatan dan usianya, Paus tetap bersedia mengunjungi dan berjumpa langsung dengan umatnya. Hal itu membuat umat Katolik tersanjung.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menyatakan betapa Gereja Indonesia bersyukur dan bersukacita menyambut kedatangan Paus Fransiskus.
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan segala hal untuk kunjungan ini dengan sungguh-sungguh.
”KWI bekerja sama dengan Nunsius Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia membentuk panitia pada bulan April 2024 dan sudah bekerja mempersiapkan segala sesuatu sampai saat ini,” ungkapnya kepada wartawan.
Bersama dengan Panitia, KWI bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas yang berwenang untuk mengatur logistik, koordinasi keamanan, transportasi, protokol kesehatan, dan publikasi media.
Antonius juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah yang telah menunjukkan kesungguhan hati dalam menyambut Paus, pemimpin Gereja yang juga Kepala Negara Vatikan.
Gereja Indonesia bekerja bersama dalam menyelenggarakan Perayaan Ekaristi di Stadion Gelora Bung Karno tanggal 5 September 2024. Keuskupan-keuskupan dan paroki mengorganisir umatnya untuk dengan tertib boleh hadir dalam Perayaan Ekaristi. Para Imam juga akan menjadi konselebran dan membantu membagikan komuni.
Gereja Katolik di Indonesia mendorong umat memaknai dan merefleksikan nilai-nilai hidup yang dianut dan diajarkan oleh Paus Fransiskus, terutama tema kunjungan di Indonesia yaitu Iman, Persaudaraan, dan Bela Rasa.
“Iman yang teguh menghasilkan persaudaraan sejati, sementara persaudaraan sejati diungkapkan dalam belarasa kepada sesama dan alam semesta,” pungkasnya. (*)
Sumber: Jawapos
Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tipa Isyaratkan Gantung Sepatu

Pemain senior Persipura Jayapura, Yustinus Pae, mulai memberikan sinyal untuk mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak…

2 hours ago

Ingatkan Pemutaran Film Pesta Babi Harus Sesuai Aturan

Aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi oleh aparat TNI di sejumlah daerah…

3 hours ago

Bebas PMK, Sapi di Papua Dibayangi Brucellosis

Status bebas PMK ini menjadi modal penting bagi stabilitas pangan dan keamanan ibadah kurban di…

4 hours ago

Diyakini Bisa Mempertegas Peran OAP Menjadi Tuan di Negeri Sendiri

Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat…

5 hours ago

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Prioritaskan Ibadah Wajib

"Kami berpesan kepada seluruh jemaah, khususnya jemaah Papua, agar mampu mengatur ritme aktivitas selama di…

6 hours ago

Kampung Yahim Terima Dana Kampung Tahap I Sebesar Rp111 Juta

Kepala Distrik Sentani, Jeck Puraro menyerahkan Dana Desa atau Dana Kampung Tahap I Tahun Anggaran…

6 hours ago