

Nabi Palsu Ebo Noah ditangkap polisi Ghana usai ramalan banjir besar pada 25 Desember gagal terbukti. (Platform X).
JAKARTA- Aparat kepolisian Ghana dilaporkan menangkap seorang pria yang mengaku sebagai nabi setelah ramalan kiamat yang disampaikannya gagal terbukti. Sosok tersebut dikenal dengan nama Evans Eshun, atau lebih populer di media sosial sebagai Prophet Ebo Noah, figur kontroversial yang sempat menghebohkan publik lewat klaim visi ilahi tentang banjir global pada 25 Desember 2025.
Penangkapan Ebo Noah dilakukan pada 31 Desember 2025 oleh Special Cyber Vetting Team dari Ghana Police Service (GPS). Informasi ini mencuat setelah sebuah foto yang memperlihatkan Ebo Noah dalam kondisi diborgol di sebuah fasilitas kepolisian beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial.
Nama Ebo Noah sebelumnya menjadi perbincangan internasional setelah ia mengaku menerima wahyu langsung dari Tuhan, tentang datangnya bencana besar yang akan menenggelamkan dunia, mirip dengan kisah Nabi Nuh dalam Alkitab. Dalam berbagai unggahan video, Ebo Noah menyebut bahwa hujan deras dan banjir dahsyat akan melanda bumi tepat pada Hari Natal 2025, menghancurkan peradaban manusia.
Tak berhenti pada klaim semata, Ebo Noah juga menarik perhatian publik dengan aksinya membangun apa yang ia sebut sebagai ‘bahtera Nuh modern’. Ia mengklaim telah membangun hingga 10 bahtera, yang menurutnya disiapkan untuk menyelamatkan orang-orang yang ingin bertobat dan mencari keselamatan dari bencana akhir zaman.
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…