Categories: NASIONAL

Gempa Sumedang Dipicu Sesar yang Belum Teridentifikasi, Tanggap Darurat 7 Hari

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menambahkan, gempa dirasakan warga Sumedang sejak pukul 14.35 WIB. Gempa bumi pertama tersebut tercatat bermagnitudo 4,1 dengan kedalaman 7 km. Disusul gempa kedua pada pukul 15.38 WIB dengan kekuatan M 3,4 di kedalaman 6 km. Hingga akhirnya gempa dengan kekuatan paling besar pada pukul 20.34 WIB, yakni M 4,8 di kedalaman 5 km.

”Setelah gempa merusak Sumedang bermagnitudo 4,8 tadi malam (Minggu malam, Red), hingga siang ini (Senin, Red) hanya terjadi dua kali gempa susulan. Magnitudo kecil, tidak dirasakan,” jelasnya.

Berdasar sejarah gempa di Sumedang, lanjut dia, wilayah itu pernah mengalami gempa bumi besar bermagnitudo 4,5 pada 19 Desember 1972. Titik gempa sama dengan yang terjadi akhir tahun lalu. Yakni, berdekatan dengan ujung timur laut jalur sesar Cileunyi–Tanjungsari. ”Gempa Sumedang ini diduga berasosiasi dengan terusan dari sesar Cileunyi–Tanjungsari,” katanya.

Selain itu, karena gempa bumi Sumedang merupakan jenis gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake), percepatan getaran tanah di permukaan tanah masih sangat kuat. Sehingga, memicu guncangan sangat kuat pula.

Sementara itu, sesaat setelah gempa pada Minggu malam lalu, terdapat laporan ke BNPB terkait kondisi RSUD Sumedang. Sebanyak 248 pasien rawat inap dan 83 pasien IDG harus dievakuasi ke halaman gedung rumah sakit. Ada lima tenda yang ditempatkan di jalan raya.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, ada tiga bangunan rumah sakit yang terdampak.

”Sementara itu, RS Pakuon dalam kondisi aman, namun seluruh pasien tetap dievakuasi keluar gedung sebagai antisipasi hingga kondisi dapat dipastikan aman dan terkendali,” katanya. Pemerintah Kabupaten Sumedang juga telah menyiagakan posko utama di Pos Pam Nataru. Lokasinya berada di depan Alun-Alun Sumedang. (jim/mia/lyn/c6/fal)

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: GempaBMKG

Recent Posts

Total 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBGTotal 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBG

Total 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBG

dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…

3 days ago

Butuh Tiga Tahun Lebih, Ribuan Artefak dan Rekaman Budaya Papua Akhirnya “Pulang”

   Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…

3 days ago

Hentikan dulu Program MBG di Papua

Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…

3 days ago

Tolak Eksekusi Lahan, Warga Blokade Ruas Jalan Cenderawasih Mimika

Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…

3 days ago

Bukan Berasal dari Menu Makanan, Melainkan Air yang Terkontaminasi Bakteri E. coli

Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…

3 days ago

Pemprov Papua Selatan dan Kementrans Bahas Penyelesaian Masalah Tanah

Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…

3 days ago