Wisnu juga menyampaikan bahwa, dari segi peralatan, pihaknya sudah menyiapkan itu. Ketika terjadi sesuatu, alat-alat tersebut langsung dikerahkan “Peralatan kami selalu siap, apabila dibutuhkan untuk memback up BPBD kabupaten/kota. Namun, jika terjadi bencana, yang menjadi garda terdepan adalah BPBD kabupaten/kota yang memiliki wilayah tersebut,” terangnya.
Sementara dilansir dari BMKG, tinggi gelombang 1,25-2,5 m berpeluang terjadi di perairan Sarmi-Mamberamo, perairan barat Pulau Biak, Perairan Kepulauan Mapia, Perairan Utara Biak, Perairan Utara Serui dan perairan Jayapura. Ini berlaku pada 29 Oktober hingga 1 November 2025. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pria yang akrab disapa BTM tersebut menilai raihan tiga poin ini menjadi sinyal positif bagi…
Banjir juga kembali merendam kawasan belakang Pasar Youtefa, Kota Jayapura, setelah hujan mengguyur sejak…
Dari sejumlah persoalan yang dihadai Uncen, masalah yang terjadi di lingkungan Fakultas Kedokteran Uncen ini…
Pihaknya menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa secara tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat nyata…
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa jaminan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP…