“Hari ini saya berkati dan saya restui seorang laki-laki gagah dan perkasa dari tanah Tabi, Kampung Tobati, untuk maju berperang. Doa kami semua menyertaimu, Benhur Tomi Mano. Tuhan Allah menolong dan menyertaimu,” ujar Johan Y. Hamadi.
Ia juga menyerukan agar seluruh masyarakat Tobati dan Enggros memberikan dukungan dan suara mereka kepada pasangan BTM-CK. Johan menegaskan bahwa sudah waktunya putra asli Port Numbay memimpin Papua sebagai gubernur.
“Sejak Provinsi Irian Barat berdiri hingga kini menjadi Provinsi Papua, sudah banyak saudara dari luar daerah yang memimpin. Kini saatnya kita memberikan kepercayaan kepada anak adat Tabi,” tegasnya.
Benhur Tomi Mano menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tobati dan Enggros serta para tokoh adat atas restu dan dukungan yang diberikan.
“Saya bersyukur bisa melihat sendiri antusiasme masyarakat Tobati. Ini pertanda bahwa rakyat siap mendukung perjuangan BTM-CK di PSU,” ujarnya.
BTM menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat Papua, terutama mereka yang memberikan dukungan tulus kepadanya.
“Saya berjanji akan kembali ke sini untuk merayakan kemenangan bersama masyarakat Tobati dan Enggros. Pada 6 Agustus nanti, kita akan bersama menyambut masa depan Papua yang lebih baik,” tutup BTM. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…
Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…
Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi…
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…
Setiap empat jam sekali, alarm sunyi di benak Rizki berdering. Tidak peduli matahari baru merayap…