

Sejumlah nelayan saat beristirahat usaik menurunkan ikan hasil tangkapannya di Pangkalan Pendaratan Ikan Hamadi beberapa waktu lalu. Akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, membuat sebagian nelayan enggan melaut. (Foto/Dok.Cepos)
Dinas Perikanan Minta Nelayan Pantau Perkembangan Cuaca dari BMKG
JAYAPURA-Sebagian besar nelayan di Kota Jayapura, Papua khususnya di RT 02 Pulo Kosong, Kampung Kayo Pulo, Distrik Jayapura Selatan tidak melaut sejak Februari 2026 karena cuaca ekstrem.
Koordinator Nelayan RT 02 Pulo Kosong Hariman, mengatakan para nelayan menghentikan aktivitas melaut akibat tingginya risiko keselamatan di laut.
“Nelayan mulai berhenti melaut sejak Februari 2026. Tentunya ini sangat berdampak terhadap perekonomian keluarga mereka,” katanya di Jayapura, Sabtu.
Menurut Hariman, Kampung Kayo Pulo, RT 02 Pulau Kosong, Distrik Jayapura Selatan ditempati sekitar 150 kepala keluarga (KK) di mana 99,9 persen penduduknya merupakan nelayan. “Di Pulo Kosong ini terdapat 20 kelompok nelayan,” ujarnya.
Dia menjelaskan sekitar 30 persen nelayan di Pulo Kosong terpaksa melakukan aktivitas melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi mengatakan, pihaknya meminta kepada nelayan di daerah ini untuk memantau perkembangan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Page: 1 2
Kemenangan ini diraih pada pertandingan keempat, setelah pada tiga laga sebelumnya Persipura selalu gagal mengamankan…
Pria yang akrab disapa BTM tersebut menilai raihan tiga poin ini menjadi sinyal positif bagi…
Banjir juga kembali merendam kawasan belakang Pasar Youtefa, Kota Jayapura, setelah hujan mengguyur sejak…
Dari sejumlah persoalan yang dihadai Uncen, masalah yang terjadi di lingkungan Fakultas Kedokteran Uncen ini…
Pihaknya menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa secara tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat nyata…
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa jaminan…