

Sejumlah pedagang non Papua yang menjual pangan lokal khususnya pinang di Pasar Youtefa, Selasa, (29/11). (FOTO:Noel/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura diminta untuk lebih tegas lagi soal Perda Kota Jayapura Nomor 10 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pedagang Lokal
Hal ini dikatakan, Ketua Kelompok Khusus, (Lokus) DPR Papua, John NR Gobai di Abepura, Selasa, (29/11).
Ia mengatakan inisiatif Pemkot menghadirkan Perda perlindungan pangan lokal dirinya mengapresiasi, namun harus lebih tegas dalam penerapanya. “Kami apresiasi adanya perda ini, tapi kami harapkan harus ada penegasan di lapangan,” katanya.
Menurutnya, perlu ada tatap muka yang dilakukan pemerintah dengan masyarakat. Hal ini sangat penting dalam menyampaikan informasi dan sosialisasi, sehingga masyarakat bisa tahu produk Perda yang sudah disahkan.
“Perda Kota Jayapura Nomor 10 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pedagang Lokal, dimana bahan pangan lokal umbi-umbian, sagu, pinang dan noken hanya bisa dijual pedagang OAP, harus disosialisasikan secara tatap muka dengan masyarakat dan pedagang supaya masyarakat paham,” katanya.
Terkait dengan diterbitkannya Perda Nomor 10 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pedagang Lokal, Gobai mengaku sangat setuju Karena pangan lokal sebagai tindakan afirmasi kepada pedagang OAP, supaya masyarakat lokal diberikan ruang, sehingga tidak ada monopoli dan OAP diberikan kesempatan.
Aparat seperti Satpol PP, kata Gobai, juga perlu turun dalam penegasan perda ini, juga perlu melakukan sosialisasi Perda kepada masyarakat secara langsung. “Kami harapkan, Satpol PP juga turun lapangan dan perlu ada publikasi, agar semua bisa tahu tidak hanya lingkup Kota Jayapura saja tapi semua juga bisa tahu,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, ia berharap agar tindakan Pemerintah Kota Jayapura dalam melindungi pangan lokal tersebut dapat dicontohi oleh seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua dan tiga daerah otonomi baru, sehingga masyarakat di daerah masing-masing dapat mendapat uang untuk menjual hasil bumi mereka.
Sementara itu, dari pantauan Cendrawasih Pos di Pasar Youtefa masih banyak pedagang non Papua yang menjual pangan lokal seperti Pinang baik yang dijual secara tumpukan dan juga dengan oki yang terlihat di jalan masuk pasar tersebut. Termasuk komoditi pangan umbi-umbian. (oel/tri)
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…