

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat memberikan sertifikat kepada pemerintah daerah bertempat halaman Aula Kantor BPN Papua, Kota Jayapura, Papua, pekan kemarin. (Foto/Humas Pemprov)
JAYAPURA – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui pemanfaatan layanan digital maupun kehadiran petugas secara langsung di lapangan.
“Pelayanan pertanahan di Papua perlu disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat sehingga tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan,” katanya di Jayapura, Sabtu.
Menurut Fakhiri, di Papua sudah ada undang-undang untuk mengakomodir tanah-tanah adat sehingga hal ini harus di terapkan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
“Petugas BPN tetap turun langsung ke lapangan untuk memastikan masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan pelayanan,” ujarnya.
Dia menjelaskan hal ini harus betul-betul dilakukan karena itulah harapan sebenarnya daripada nyawa undang-undang Otonomi Khusus. Di mana dengan pemanfaatan teknologi maka dapat memudahkan masyarakat mengakses layanan pertanahan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pertanahan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu dan akses.
Page: 1 2
Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…
Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…
Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…
Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…
Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…