Categories: METROPOLIS

Ancaman Bioterorisme Lebih Berbahaya

Masyarakat Diminta Lakukan Vaksinasi

JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat di Papua diminta menyiapkan diri untuk menghadapi ancaman bioterorisme yang kini mulai menjadi tren baru di kalangan ekstremis dan bisa saja menyebar di Papua kapan saja.

  Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum. Menurutnya, awalnya  ancaman teroristem berupa serangan penembakan hingga pengeboman, memang menjadi ancaman hampir di semua negara di dunia. Namun, bioterorisme kini dinilai mulai mencuat menjadi metode serangan baru.

  “Bioterorisme merupakan serangan terorisme yang memanfaatkan bakteri, virus, hingga wabah penyakit. Sasarannya bisa jadi manusia, hewan, atau tumbuhan,” katanya di ruang kerjanya, Jumat, (28/8).

  Untuk itu,ia menyarankan kepada pemerintah Kabupaten Kota agar dapat memprioritaskan penggunaan vaksin mencegah adanya virus yang bisa saja membahayakan manusia seperti covid-19 ini.

  “Jadi penggunaan vaksin ini akan terus bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya soal mengatasi konflik tetapi yang lebih berbahaya yaitu bio terorisme,  sehingga perlu ada vaksinasi agar masyarakat Papua bisa terbebas dari virus atau jenis serangan biologi lainnya,” katanya.

  Ia mengatakan soal bio terorisme rancangannya sangat nyata kedepannya, sehingga siapapun harus bertanggung jawab untuk melindungi dirinya sendiri dengan melakukan vaksinasi. Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan sekali agar adanya pemakaian vaksinasi tidak hanya sekali tetapi tiga kali dengan gratis yang sudah disediakan pemerintah.

  “Mari kita melakukan vaksinasi, karena vaksin sejak awal waktu kita balita kita telah menerima  vaksin, sehingga itu melindungi kita sampai dengan saat ini. Jika hari ini kita vaksin, tentu hal itu akan melindungi kita, apalagi menghadapi bio terorisme yang makin nyata di kehidupan manusia saat ini,” katanya. (oel/tri)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

22 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

23 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

23 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

24 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

1 day ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

1 day ago