Categories: METROPOLIS

Kerukunan Kawanua Papua Nyatakan Tetap Solid

JAYAPURA – Ketua Umum Keluarga Kawanua Papua (KKP), Jorry Lumingkewas  mengatakan bahwa jika menilik dinamika organisasi paguyuban saat ini tidak heran jika dalam satu wilayah terdiri lebih dari satu organisasi yang memiliki visi atau misi serupa.

Tinggal bagaimana mensikapi dinamika tersebut agar tetap bisa berjalan harmonis tanpa saling menjatuhkan. KKP sendiri kata Jorry telah memiliki legalitas SK Kemenkumham tertanggal 29 Mei tahun 2024 dengan nomor AHU-0004764.AH.01.07.Tahun 2024. Meski demikian dikatakan sejarah KKP sudah sudah ada di Papua sejak  tahun 1962 dan berada di Sorong, Fak-fak, Mimika dan Jayawijaya.

“Kemudian dengan berjalannya waktu semua  merasa perlu disatukan dan di tahun 2005 semua entitas Kawanua sepakat menggelar  konvensi. Konvensi pertama di Hotel Muspaco Jayapura  dan 10 kabupaten sepakat membuat satu Kerukunan Keluarga Kawanua Papua,” cerita Yorry didampingi Sekum, Dr Ivonne Poli, dan Roby Toar selaku bendahara serta Benny Himber dari Dept Hukum dan HAM saat ditemui di Testo Resto, Trisila Entrop, Jumat (26/7).

Hingga akhirnya tahun 2005 sepakat menjadi Kerukunan Keluarga Kawanua Papua  tingkat provinsi. Diceritakan lagi seiring waktu tahun 2016 datang Kerukunan Keluarga Kawanua dari Jakarta mengajak KKP di Papua bergabung dan akhirnya Papua bergabung.

“Saya ketika itu ikut menjadi pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) sebagai koordinator wilayah Indonesia Timur. Namun  memilih keluar karena melihat ada konflik berkepanjangan di Jakarta dan memutuskan berjalan dengan KKP secara otonomi,” beber Yerry.

Ia menjelaskan ini agar publik khususnya warga Kawanua tidak kebingungan menyusul adanya entitas serupa yang juga berorganisasi di Papua. “Jadi KKP ini sudah sangat lama ketika masih bernama Jayapura masih menggunakan nama Sukarnapura kemudian pernah menjadi Kerukunan  Mahesa di tahun 90 an dan kembali menjadi Kerukunan Keluarga Kawanua dan disempurnakan menjadi Kerukunan Kawanua Papua (KKP) dan telah terdaftar,” imbuhnya.

Iapun meluruskan bahwa KKP telah mendapatkan legitimiasi dari Kemenkumham   dan telah merevisi AD/ART, logo dan juga nama. “Dari nama Kerukunan Keluarga Kawanua Papua menjadi Kerukunan Kawanua Papua. Ini terjadi karena perkembangan dan dinamika tadi,” imbuhnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

KY RI Buka Seleksi Calon Hakim Agung

Menanggapi itu, Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum, mengatakan,…

1 day ago

Biadab, Pria 33 Tahun di Merauke ‘’Garap’’ Anak Tirinya

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MS didampingi Kanit Perlindungan…

1 day ago

Wacana Belajar dari Rumah, Pemkot Menunggu Instruksi Pusat

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan bahwa pada prinsipnya pemerintah daerah akan mengikuti setiap kebijakan…

1 day ago

RSUD Wamena: Pendapatan BLUD 2025 Rp40 Miliar

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menyebut pendapatan badan layanan umum…

1 day ago

Penyaluran THR Berjalan Lancar, Tanpa Aduan dari Pekerja

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa, mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi indikator positif…

1 day ago

Polisi Jaring Empat Motor, Puluhan Sajam dan Ganja

Wakapolres Jayawijaya AKP. Kompol Albertus Mabel, S.IK menyatakan larangan untuk tidak membawa alat tajam dalam…

1 day ago