Yorry meluruskan bahwa bila ada organisasi lain bisa saja itu bentukan Jakarta, Manado atau Makassar. “Kami sudah ada sejak 1962 tahun dan sudah banyak tokoh yang berpulang sedangkan Kerukunan Keluarga Kawanua sendiri berdiri 1973,” tambahnya.
Meski lebih dari satu organisasi yang serupa Yorry menyebut bahwa pihaknya tidak mempersoalkan selama tidak saling ejek melainkan saling memberikan penguatan. “Kita bangun Papua dan Jayapura sama – sama dan kami berharap jangan saling sikut. Saya melarang anggota kami menjelek – jelekkan dan KKP juga tidak ada kaitan dengan agenda Musyawarah Perwakilan Anggota (MPA) yang akan dilaksanakan,” tutupnya.
Ditambahkan Ivonne Poli bahwa KKP telah melakukan deklarasi terkait legalitas SK pada 21 Juli di Base G dan deklarasi ini juga dihadiri oleh warga kawanua dibeberapa kabupaten termasuk perwakilan pemerinta dan paguyuban lainnya. (ade/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…